JASAD RADUL
04:19 Posted In article Edit This 0 Comments »
Kisah
Menarik: Ternyata Jasad Nabi Muhammad SAW Pernah Akan Dicuri
a
Anonimous
Percaya gak, klo ternyata jasad nabi Muhammad SAW pernah
terusik dan nyaris di curi oleh orang kafir laknatullah. Sebelum akhirnya Allah
menyelamatkannya dari rencana jahat yang mengancam sang nabi tercinta.
Peristiwa yang memilukan dan nyaris menampar wajah umat islam ini terjadi pada
tahun 1164 M atau 557 H, sebagaimana telah dicatat oleh sejarawan Ali Hafidz
dalam kitab Fusul min Tarikhi AL-Madinah Al Munawaroh.
Sebagaimana telah kita ketahui bahwa hampir dapat dipastikan
bahwa sebagian besar orang yang berziarah ke masjid Nabawi pasti tak pernah
lupa untuk menghampiri makam Rasulullah yang diapit oleh makam Sayyidina Abu
Bakar dan Sayyidina Umar. Mereka berbondong-bondong menuju makam sang nabi
Fenomenal itu. Untuk sekedar melihat atau berdoa.
Peristiwa ini dilatarbelakangi oleh kondisi umat islam pada
masa dinasti Abbasiyah di Baghdad dimana kondisi umat Islam yang semakin
melemah dan berdiri beberapa kerajaan Islam di beberapa daerah. Tentunya hal
ini tak di sia-siakan begitu saja oleh orang-orang nasrani yang merasa
kesempatan emas mencoreng wajah umat Islam dan membuat umat Islam jatuh ada di
depan mata. Karena ternyata diketahui diam-diam mereka telah menyusun rencana untuk
mencuri jasad Nabi Muhammad. Setelah terjadi kesepakatan oleh para penguasa
Eropa, mereka pun mengutus dua orang nasrani untuk menjalankan misi keji itu.
Misi itu mereka laksanakan bertepatan dengan musim haji. Dimana pada musim itu
banyak jamaah haji yang datang dari berbagai penjuru dunia untuk melaksanakan
ibadah haji. Kedua orang nasrani ini menyamar sebagai jamaah haji dari
Andalusia yang memakai pakaian khas Maroko. Kedua spionase itu ditugaskan
melakukan pengintaian awal kemungkinan untuk mencari kesempatan mencuri jasad
Nabi SAW.
Setelah melakukan kajian lapangan, keduanya memberanikan
diri untuk menyewa sebuah penginapan yang lokasinya dekat dengan makam
Rasulullah. Mereka membuat lubang dari dalam kamarnya menuju makam Rasulullah.
Belum sampai pada akhir penggalian, rencara tersebut telah
digagalkan oleh Allah melalui seorang hamba yang akhirnya mengetahui rencana
busuk itu
Sultan Nuruddin Mahmud bin Zanki, adalah seorang hamba
sekaligus penguasa Islam kala itu yang mendapatkan petunjuk melalui mimpi akan
ancaman terhadap makam Rasulullah.
Sultan mengaku bermimpi bertemu dengan Rasulullah sambil
menunjuk dua orang lelaki berambut pirang dan berujar: “ Wahai Mahmud,
selamatkan jasadku dari maksud jahat kedua orang ini.” Sultan terbangun dalam
keadaan gelisah lalu beliau melaksanakan sholat malam dan kembali tidur. Namun,
Sultan Mahmud kembali bermimpi berjumpa Rasulullah hingga tiga kali dalam
semalam.
Malam itu juga Sultan segera mempersiapkan diri untuk
melakukan perjalanan dari damaskus ke madinah yang memakan waktu 16 hari,
dengan mengendarai kuda bersama 20 pengawal serta banyak sekali harta yang
diangkut oleh puluhan kuda. Sesampainya di Madinah, sultan langsung menuju
Masjid Nabawi untuk melakukan sholat di Raudhah dan berziarah ke makam Nabi
SAW. Sultan bertafakur dan termenung dalam waktu yang cukup lama di depan makam
Nabi SAW.
Lalu menteri Jamaluddin menanyakan sesuatu, “Apakah Baginda
Sultan mengenal wajah kedua lelaki itu? “Iya”, jawab Sultan Mahmud.
Maka tidak lama kemudian Menteri Jamaludin mengumpulkan
seluruh penduduk Madinah dan membagikan hadiah berupa bahan makanan sambil
mencermati wajah orang yang ada dalam mimpinya. Namun sultan tidak mendapati
orang yang ada di dalam mimpi itu diantara penduduk Madinah yang datang
mengambil jatah makanan. Lalu menteri Jamaluddin menanyakan kepada penduduk
yang masih ada di sekitar Masjid Nabawi. “Apakah diantara kalian masih ada yang
belum mendapat hadiah dari Sultan?”
Tidak ada, seluruh penduduk Madinah telah mendapat hadiah
dari Sultan, kecuali dua orang dari Maroko tersebut yang belum mengambil jatah
sedikitpun. Keduanya orang saleh yang selalu berjamaah di Masjid Nabawi.” Ujar
seorang penduduk.
Kemudian Sultan memerintahkan agar kedua orang itu
dipanggil. Dan alangkah terkejutnya sultan, melihat bahwa kedua orang itu
adalah yang ia lihat dalam mimpinya. Setelah ditanya, mereka mengaku sebagai
jamaah dari Andalusia Spanyol. Meski sultan sudah mendesak bertanya tentang
kegiatan mereka di Madinah. Mereka tetap tidak mau mengaku. Sehingga sultan meninggalkan
kedua lelaki itu dalam keadaan penjagaan yang ketat.
Kemudian sultan bersama menteri dan pengawalnya pergi menuju
ke penginapan kedua orang tersebut. Sesampainya di rumah itu yang di temuinya
adalah tumpukan harta, sejumlah buku dalam rak dan dua buah mushaf al-Qur’an.
Lalu sultan berkeliling ke kamar sebelah. Saat itu Allah memberikan ilham,
sultan Mahmud tiba-tiba berinisiatif membuka tikar yang menghampar di lantai
kamar tersebut. Masya Allah, Subhanallah, ditemukan sebuah papan yang di dalamnya
menganga sebuah lorong panjang, dan setelah diikuti ternyata lorong itu menuju
ke makam Nabi Muhammad.
Seketika itu juga, sultan segera menghampiri kedua lelaki
berambut pirang tersebut dan memukulnya dengan keras. Setelah bukti ditemukan,
mereka mengaku diutus oleh raja Nasrani di Eropa untuk mencuri jasad Nabi SAW.
Pada pagi harinya, keduanya dijatuhi hukum penggal di dekat pintu timur makam
Nabi SAW. Kemudian sultan Mahmud memerintahkan penggalian parit di sekitar
makam Rasulullah dan mengisinya dengan timah. Setelah pembangunan selesai,
sultan Mahmud dan rombongan pulang ke negeri Syam untuk kembali memimpin
kerajaannya.
unknow
0 comments:
Post a Comment