FREEMANSORY
00:29 Edit This 0 Comments »
Freemason adalah sebuah organisasi persaudaraan
(brotherhood) sekuler yang terbesar di dunia yang
beranggotakan sekitar 6 juta orang dari kurang lebih 120 negara.[1] Organisasi Freemason tidak memunyai
pusat, setiap negara memunyai organisasi yang berdiri sendiri. Sekalipun
demikian setiap organisasi Freemason di mana pun akan memunyai nomor pendirian
dan berhubungan satu dengan lainnya. Freemason juga memunyai Master tertinggi
yang merupakan master tertinggi dari seluruh Master Freemason yang bertugas
melakukan koordinasi seluruh Freemason yang ada di dunia.[2][3][4]
Freemason
merupakan organisasi tertutup dan ketat dalam penerimaan anggota barunya.
Organisasi ini bukan merupakan organisasi agama dan tidak berdasarkan pada teologi apapun. Tujuan utamanya adalah membangun
persaudaraan dan pengertian bersama akan kebebasan berpikir dengan standar
moral yang tinggi. Freemason sendiri adalah simbolik dari pengertian pekerja
keras yang memunyai kebebasan berpikir. Kata mason berasal dari bahasa
Perancis, maçon, yang artinya "tukang batu".[5][6] Sekalipun organisasi ini merupakan
organisasi hanya bagi kaum laki-laki namun kini sudah banyak pula kelompok
Freemason wanita.[3]
|
Daftar
isi
|
Bagaimana
terbentuk dan kapan mulai dibentuknya organisasi sekuler ini, pihak Freemason
sendiri masih belum bisa menentukan. Banyak dugaan kebebasan berpikir dan
gerakan anti dogma (terutama terhadap agama) ini sudah
ada sejak sebelum abad
pertengahan. Bukti ini
didapatkan dari ditemukannya manuskrip dari sebuah perusahaan bangunan Inggris. Manuskrip itu berisi konstitusi dan
aturan-aturan organisasi, landasan hukum, serta hak dan kewajiban anggota.
Data-data ini yang di kemudian hari merupakan dasar pembentukan organisasi yang
digunakan oleh Freemason, dan masih digunakan hingga saat ini. Selain data yang
ditemukan ini masih belum ada data dari sumber lain.[2][3] Dengan begitu secara formal sejarah
Freemason adalah berasal dari Inggris, sekalipun banyak sekali publikasi yang
ditulis oleh bukan dari kelompok Freemason yang membuat spekulasi bahwa
Freemason berasal dari banyak tempat lain.[7]
Lodge pertama berdiri di Inggris pada
tanggal 24 Juni 1717 dengan nama Grand Lodge of England. Perkembangan Freemason bukan hanya
berkembang di berbagai negara Eropa tetapi juga di abad ke 17 itu sudah
berkembang di Amerika, yaitu tahun 1730 berdiri Lodge pertama Amerika yang pada saat itu Amerika masih
merupakan koloni Inggris. Lodge pertama Amerika berdiri di Philladelphia di bawah binaan dari Masonic Grand
Lodge England dengan Benjamin
Franklin sebagai master
yang pertama.[8][9] Sejarah Freemason di Amerika telah
juga membawa Amerika menjadi negara sekuler sekalipun terjadi gejolak konflik
antara kelompok agama sebagaimana yang terjadi di Eropa.[3]
Rumah
berkumpulnya anggota Freemason disebut Lodge.
Semua Grand
Lodge di suatu negara memunyai hubungan satu dengan lainnya karena prinsip
Freemason adalah ikatan persaudaraan (Brotherhood) yang harus dijaga.[2] Berdirinya suatu Lodge memerlukan
mandat dari Grand Lodge yang sudah ada.[3]
Pada dasarnya
Freemason lebih mengedepankan masalah-masalah kemanusiaan atau humanisme sekuler. Dalam kelompok persaudaraan tersebut,
manusia akan dilihat sebagai mahluk individu dan pemikirannya menjadi titik
sentral pandangan. Pekerjaan, dan spirit kerja dalam Freemason ditujukan pada
menemukan bagaimana harapan-harapan utama manusia dalam menempuh kehidupan ini.
Dalam upaya kebersatuan anggota sebagai ikatan persaudaraan, adalah dengan cara
melihat segi positif pemikiran setiap individu, dan meninggalkan segi
negatifnya. Berkumpul dalam lodge adalah merupakan tradisi sejak awal dimana
para anggota akan saling bertukar pikiran, dan yang lebih penting adalah tetap
membina ikatan persaudaraan atau brotherhood. Masing-masing anggota
harus mampu bekerja untuk diri sendiri agar menjadi manusia yang lebih
baik, berguna, berdasarkan ikatan persaudaraan, serta membangun kebebasan
berpikir dalam kehidupannya di tengah masyarakat. Secara ideal dapat dikatakan
bahwa: membangun sebuah kuil kemanusiaan.[2]
Dalam
praktiknya, Freemason tidak menyajikan suatu doktrin maupun dogma, dan juga
tidak memunyai program yang kaku. Bagaimana peraturan kebebasan berpikir yang
dikembangkan oleh setiap anggota komunitas adalah secara sadar atau tidak
apabila pemikiran seorang anggota itu dapat diterima secara umum oleh anggota
komunitas. Kebenaran spirit dalam filosofi yang dikembangkan Freemason akan
terus berkembang sebagai wujud dari bagaimana cara pandang melihat kebenaran
yang dipercayai, bagaimana kekuatan sistem nilai, norma, adat dan tradisi yang
ada dalam masyarakat, serta adanya kompromi penerimaan sesuatu pandangan atau
pemikiran yang baru.[10]
Freemason pada
dasarnya menghormati semua agama dan kepercayaan yang dianut oleh anggotanya.
Freemason sebagai organisasi persaudaraan tidak terlibat pada suatu agama dan
kepercayaan yang dianut para anggotanya. Dengan demikian setiap anggota juga
perlu menghormati kebebasan setiap individu dalam menentukan pilihan agama dan
kepercayaannya masing-masing. Sekalipun demikian Freemason memercayai bahwa Tuhan adalah kreator dari alam raya. Secara
prinsip Freemason memunyai tiga pilar filosofi yang harus selalu dipegang yaitu: rasionalitas, ketuhanan, dan etika.[7]
Pada dasarnya
Freemason mengajarkan sebuah filosofi baru dalam kehidupan ini. Filosofi
baru tersebut yaitu sekularisme yang artinya memisahkan berbagai
sektor kehidupan dengan agama yaitu pada sektor-sektor pendidikan, hukum, politik,
ekonomi, kesehatan, dan ilmiah. Dalam hal ini agama menjadi kebutuhan individu,
dan mengurangi fungsi agama dalam kehidupan sosial. Dengan demikian
sekularisasi dalam Freemason adalah sebuah proses dimana semua yang mengatur
segi kehidupan sosial berupa sistem nilai, norma, dan ide-ide, landasannya
adalah empirik, rasional, dan pragmatik. Filosofi baru inilah yang kemudian
dalam perjalanan kehidupan Freemason telah menarik begitu banyak pertentangan
dengan prinsip-prinsip yang sudah ada.[5]
Sekalipun
Freemason tidak ada sangkut pautnya dengan peperangan, ataupun perkembangan
politik suatu negara, namun dalam praktiknya nilai-nilai yang diajarkan oleh
Freemason telah memberikan sumbangan yang besar dalam setiap individu Freemason
dalam membangun masyarakat yang diidamkan yaitu bebas dari tirani dan dogma.[7]
Hingga kini
Freemason tetap menjaga tradisi ritual, yang merupakan simbol bahwa setiap
anggota adalah pekerja bangunan (maçon) yang dapat disimbolkan sebagai
batu bata yang harus disusun menjadi sebuah bangunan kuil. Bagunan kuil
Freemason merupakan simbol dari sebuah masyarakat yang besar. Dalam menerima
anggota baru dari sebuah lodge atau rumah Freemason, maka ritual ini
akan diperkenalkan kepada setiap anggota baru tersebut. Ia kemudian memunyai
kewajiban untuk juga berfungsi sebagai pekerja membangun kuil secara
bersama-sama dengan anggota yang lain. Freemason meletakkan visi bahwa bekerja
membangun kuil adalah sebuah seni yang tinggi agar nampak indah baik di bagian
luar, di bagian dalam maupun di bagian pusat bangunan . Sebagai anggota suatu
lodge, komunitas Freemason memunyai hierarki tiga tingkatan dari yang terrendah
hingga yang tertinggi yaitu murid, pekerja, dan master. Setiap master memunyai
tugas untuk membimbing murid-muridnya dan membantu para pekerja agar dapat
menyelesaikan pekerjaannya dengan baik. Para Master memunyai hierarki dengan
tingkatan yang tertinggi adalah tingkat 33 yang merupakan Grand Master untuk suatu
negara.[2][3]
Simbol kuil
yang digunakan oleh Freemason adalah Bait
Salomo sebagai
simbolik kerja manusia dalam membangun kehidupan masyarakat yang majemuk yang
permasalahannya tak pernah selesai. Pengambilan Bait Salomo ini sebab Bait Salomo di Yerusalem selalu menjadi polemik antar agama
dengan sengketa yang tak pernah selesai – di atas pondasi yang ada ingin selalu
dibongkar oleh kelompok agama yang menang mendudukinya dan dibangun kembali
sebagai kuil agama yang lain.[3] Kini di atas Bait Salomo telah
dibangun Masjid
Al-Aqsa yang merupakan
masjid besar kedua setelah Masjid
Al-Haram di Mekkah.[11][12] Namun penggunaan Bait Salomo sebagai
simbol kerja Freemason dalam masyarakat majemuk telah diartikan oleh kelompok
anti Freemason bahwa Freemason identik dengan Yahudi dan Zionisme.
Freemason
adalah organisasi yang tertutup dan memegang rahasia apa yang tengah
dibicarakan di dalamnya. Berbagai upacara ritual yang dilaksanakan hanya boleh
dilihat oleh anggota komunitas Freemason. Perilaku atau peraturan seperti ini
sudah berlangsung beratusan tahun. Awalnya adalah demi perlindungan para
anggota Freemason itu sendiri dari tekanan pihak yang bertentangan dengan
prinsip berkebebasan berpikir dan anti dogma di tiga ratus tahun lalu di
Inggris, dimana agama Katolik masih kuat memegang kendali hukum.
Namun dengan tidak terbukanya kelompok Freemason ini telah membawa pergunjingan
di luar yang dilakukan oleh berbagai kelompok yang berseberangan prinsip.[2][3] Karena begitu banyak pergunjingan, dan
spekulasi, baik dari kelompok agama maupun politik garis keras yang semakin
banyak muncul di media massa, maka akhir-akhir ini Freemason mulai membuka
diri, kecuali berbagai ritual yang dilaksanakan di dalam kelompok. Keterbukaan
ini dilakukan guna membantah berbagai pergunjingan dan spekulasi tersebut .[2][3]
George
Washington, presiden
pertama Amerika Serikat.
Anggota
Freemason yang umumnya dari kalangan intelektual dan tokoh-tokoh politik
akhirnya juga menjadikan negara-negara yang dipimpin para Freemason menjadi
negara sekuler. Contoh yang paling jelas adalah Amerika
Serikat. Saat adanya perang saudara di Amerika antara Utara dan Selatan, banyak kalangan tinggi militer dan
politik yang menjadi anggota Freemason. Presiden pertama Amerika sebagai sebuah
negara republik yaitu George
Washington adalah juga
anggota Freemason. Amerika kemudian menjadi negara sekuler sebagaimana
negara-negara di Eropa setelah revolusi Perancis.[3]
Pembesar dan
orang terkenal Freemason tercatat 14 orang Presiden Amerika antara lain George
Washington, Gerald
Ford, James
Monroe, Franklin Roosevelt, Theodore Roosevelt, dan Harry
Truman. Dari Inggris
tercatat antara lain Raja Edward VII, Raja Edward VIII, Raja
George VI, dan Winston Churchil .[13] Musikus terkenal antara lain Mozart dan Beethoven, serta ahli politik terkenal antara
lain Montesquieu.[14] Nama-nama dari Indonesia antara lain Pangeran Aryo Suryodilogo, Raden
Saleh, Abdul Rachman (dari Kesultanan Pontianak), Paku
Alam V, Paku
Alam VI, Paku
Alam VII, Pangeran
Adipati Ario Notokoesoemo, dan Hamengku Buwono VIII.[15]
Sepanjang
sejarah selama 250 tahun, organisasi persaudaraan sekuler ini memunyai
pengalaman konflik dengan baik kelompok agama maupun aliran politik garis keras
seperti fasisme dan komunisme. Dalam kehidupan politik garis keras
fasisme yaitu pada saat kekuasaan Hitler, Grand Master Lodge Jerman mati dibunuh oleh Hitler dan anggota
lodge ini telah dimasukkan ke kamp-kamp konsentrasi.[2] Sampai dua ratus tahun lalu, Katolik
Roma memberlakukan hukuman mati bagi orang-orang Katolik yang masuk menjadi
anggota lodge Freemason.[3] Berkuasanya politik komunisme di
Indonesia juga telah melarang dan menutup organisasi Freemason di Indonesia.[5]


0 comments:
Post a Comment