IBADAH

03:40 Posted In Edit This 0 Comments »
BAB I
PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang

Ibadah terbagi menjadi ibadah hati, lisan, dan anggota badan. Rasa khauf (takut), raja’ (mengharap), mahabbah (cinta), tawakkal (ketergantungan), raghbah (senang), dan rahbah (takut) adalah ibadah qalbiyah (yang berkaitan dengan hati). Sedangkan tasbih, tahlil, takbir, tahmid dan syukur dengan lisan dan hati adalah ibadah lisaniyah qalbiyah (lisan dan hati). Sedangkan shalat, zakat, haji, dan jihad adalah ibadah badaniyah qalbiyah (fisik dan hati). Serta masih banyak lagi macam-macam ibadah yang berkaitan dengan amalan hati, lisan dan badan.Ibadah inilah yang menjadi tujuan penciptaan manusia.

Ibadah mencakup seluruh tingkah laku seorang mukmin jika diniatkan qurbah (mendekatkan diri kepada Allah) atau apa-apa yang membantu qurbah. Bahkan adat kebiasaan (yang mubah) pun bernilai ibadah jika diniatkan sebagai bekal untuk taat kepadaNya. Seperti tidur, makan, minum, jual-beli, bekerja mencari nafkah, nikah dan sebagainya. Berbagai kebiasaan tersebut jika disertai niat baik (benar) maka menjadi bernilai ibadah yang berhak mendapatkan pahala. Karenanya, tidaklah ibadah itu terbatas hanya pada syi'ar-syi'ar yang biasa dikenal.

B.    Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan ibadah ?
2.      Apa sajakah macam-macam ibadah ?
3.      Apa tujuan ibadah ?












BAB II
PEMBAHASAN
2.1.         Hakikat Ibadah

2.1.1    Pengertian

1.      Pengertian secara bahasa atau etimologis
Kata ibadah berasal dari kata bahasa arab yang berarti doa,mengabdi,tunduk atau patuh kepada allah
2.      Pengertian secara terminologis atau istilah
Pengertian ibadah secara terminologis,hasbi al siddiqi dalam kuliah ibadah nya (1994:2-4)
Mengungkapkan :
Menurut ulama tauhid ibadah adalah     



“pengesaan Allah dan pengagungan nya dengan sepenuh hati dan dengan segala kerendahan dan kepatuhan diri kepada nya “
Menurut ulama ahlak ibdah adalah :



“pengamalan segala kepatuhan kepada Allah secara badaniah ,dengan menegakan sariah nya “

Menurut ulama tasawuf ibdah adalah :



“perbuatan mukallaf yang berlawanan dengan hawa nafsu nya untuk mengagung kan tuhan nya”

Menurut ulama fiqih ibadah adalah :


“segala kepatuhan yang di lakukan untuk mencapaia ridho Allah dengan mengharapkan pahala nya di akhirat .”

Menurut jumhur ulama :



“ibadah adalah nama yang mencakup segala yang di sukai Allah dan yang di ridhoinya,baik berupa perkataan maupun perbuatan,baik terang terangan maupun diam diam “

2.1.2       Dasar hukum
1.firman Allah dalam surat :


Dan aku  tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada ku.(QS AL-DZARIYAT [51]:56)
Demikian  pula firman Allah berikut :




Hai manusia,se,bahlah tuhanmu yang telah menciptakan mu dan orang orang sebelum mu agar kamu bertaqwa (QS al baqoroh [2]:21)

2.1.3       Hakikat ibadah
Berdasarkan (QS al-dzariyat [51];56),ibadah merupakan konsekuensi hidup nya sebagai mahluk  ciptaan Allah.manusia di takdirkan sebagai mahluk yang mempunyai kelebihan akal dari mahluk lainya (QS at-tin[94]:3) kenyataan nya,manusia tidak selalu menggunakan akal sehat nya,bahkan ia lebih sering di kuasi nafsunya sehingga ia sering terjerumus kedalam apa yang di sebut dehumanisasi,yaitu prosesyang menyebabkan kerusakan,hilang,atau merosot nya nilai nilai kemanusiaan .
2.2.    Kaidah Ibadah
 2.2.1   Manusia sebagai subjek ibadah
ibadah sebagai objeka kajian fiqih mempunyai aspek yang mengikat kepada pelakunya yang telah mencapai tingkai mukhalaf
mukhalaf diartikan sebagai orang yang dibebani serta dikenai tutntutan hukum syara,diantaranya :
berakal sehat,dapat memahami maksud yang terdapat dalam alqur’aan maupun sunnah,dapat melakukan ketentuan;ketentuan syara tersebut
dalam firmannya Allah mengatakan:
Allah tidak membani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.(QS.ALBAQOROH(2):286)
2.2.2    Kaidah ibadah
Mengingat ibadah itu adalah hak Allah,maka kaidah yang berlaku dalam ibadah adalah
Prinsip pada asalnya ibadah terlarang (tidak dibenarkan)kecuali ada ketentuan perintah
2.3.    Ruang lingkup ibadah
2.3.1. Klasifikasi Ibadah
(1)ibadah mahdoh:segala pengabdian manusia kepada Allah secara langsung sesuai ketentuan
(2)Ghairu mahdoh:tidak segala pengabdian manusia kepada Allah secara langsung sesuai ketentuan.
2.3.2.   Ruang lingkup ibadah
A.Muamalah adalah:segala hal yang menyangkut segala urusan duniawi dengan segala kemaslahatannya.
B.Sistem sosial kemasyarkatan/sebuah istilah yang mencakup segala hal,yang disukai oleh Allah SWT

2.4.    Prinsip-prinsip dalam beribadah
2.4.1.   Keterkaitan  Ibadah dengan  Pembentukan  Pribadi  Muslim
a.fungsi hidup manusia
1.manusia sebagai fungsi khilafah
Sebagai mahluk yang mendapat kekusaan dari Allah di muka bumi
2.manusia sebagai pengemban fungsi risalah
Dituntut untuk menegakan amar ma’ruf nahi munkar.sebagai prasyarat untuk memecahkan masalah yang dihadapinnya.
B.frofil sebagai hamba Allah
1.bersikap sami’na wa atho’na
Sebagaimana diingatkan dalam salah satu firmannya
Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepadaku
2.4.2.   Prinsip-prinsip Ibadah
a.ada perintah
b.tidak mempersulit(adam alharaj)
c.meringankan beban(qillah al-taklif)
d.ibadah hanya kepada Allah
e.ibadah kepada Allah tanpa perantara
f.ikhlas dalam beribadah
g.keseimbangan rohani
2.5.   Macam-macam Ibadah
Adapun macam-macam ibadah, antara lain:
1.Wudhu
2.Mandi
3.Tayammum
4.Bersuci dari najis
5.Shalat
6.Puasa
7.Zakat
8.I’tikaf
9.Haji
10.Nikah, dll.
2.6    Tujuan Ibadah
1.      Takhliyyah / tazkiyatul qolbi yakni kebersihan hati, maksudnya adalah, Ibadah yang kita lakukan, shalat, puasa, Haji, dan lain sebagainya.
2.      Tahliyyah. tujuan dari pelaksanaan ibadah kita adalah, hiasan Akhlaq dan budi pekerti.



BAB III
PENUTUP
3.1.    Kesimpulan
1.Ibadah ialah taat kepada Allah dengan melaksanakan perintah-Nya melalui lisan para rasulNya.
2.Ibadah adalah merendahkan diri kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala yaitu tingkatan tunduk yang paling tinggi disertai dengan rasa mahabbah (kecintaan) yang paling tinggi.
3 Ibadah ialah sebutan yang mencakup seluruh apa yang dicintai dan diridhai Allah Subhannahu wa Ta'ala , baik berupa ucapan atau perbuatan, yang zhahir maupun yang batin. Ini adalah definisi ibadah yang paling lengkap.
4. Macam-macam ibadah seperti shalat kita yang 5 waktu sehari semalam, puasa kita dibulan suci ramadlan, atau zakat, infaq, shadaqoh yang kita keluarkan, bahkan ibadah haji yang seumur hidup satu kali itu, didalam islam, kedudukan ibadah ibadah makhdloh tersebut tidak lebih hanyalah sebagai Alat (media) yang hendaknya mampu mengantarkan kita kepada tujuan yang sebenarnya, singkatnya, ibadah itu bukan tujuan, ibadah itu bukan akhir segalanya.
5.Tujuan ibadah :
a.       Takhliyyah / tazkiyatul qolbi yakni kebersihan hati, maksudnya adalah, Ibadah yang kita lakukan, shalat, puasa, Haji, dan lain sebagainya.
b.      Tahliyyah. tujuan dari pelaksanaan ibadah kita adalah, hiasan Akhlaq dan budi pekerti.



0 comments: