MENGIDENTIFIKASI KANDUNGAN ELEKTROLIT PADA KENTANG
23:54 Posted In Tugas Edit This 0 Comments »
BAB I
PENDAHULUAN
I.I.
Latar Belakang Masalah
Larutan
adalah sistem homogen yang terdiri dari zat terlarut dan pelarut. Pelarut yang
sering dipakai dalam melarutkan zat terlarut adalah air. Zat terlarut umumnya
lebih sedikit dibanding zat pelarut. Contoh larutan gula, larutan garam dapur,
larutan alkohol dan lain sebagainya .
Berdasarkan
daya hantar listriknya larutan
diklasifikasikan menjadi 2 yaitu elektrolit dan non elektrolit. Larutan
elektrolit adalah larutan yang dapat menghasilkan arus listrik, sedangkan
larutan non elektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghasilkan arus
listrik.
Apa yang kita
lakukan untuk membedakan larutan elektrolit dengan larutan non elektrolit ?
Pernahkah kita menguji daya hantar listrik suatu larutan ? Daya hantar listrik
tersebut dapat dilihat dari menyala atau tidaknya lampu yang digunakan pada
alat uji. Jika pada pengujian tersebut ternyata lampunya menyala, hal itu
menunjukkan larutan tersebut bersifat elektrolit. Salah satu larutan yang
bersifat elektrolit yang kita sudah faham pada umumnya adalah garam dapur
(NaCl). Bagaimana jika pada saat percobaan lampunya tidak menyala ? larutan
NaCl dapat terurai menjadi Na+ dan Cl-. Perubahan Na
menjadi ion Na+ mengalami oksidasi
karena melepaskan satu electron, sedangkan ion Cl menjadi Cl-
mengalami reduksi karena melepaskan satu electron.
Selain garam
dapur, masih banyak lagi larutan atau bahkan bahan pangan yang memiliki daya
hantar listrik. Salah satunya adalah kentang. Kentang (Solanum tuberosum) adalah tanaman
darat yang mengandung banyak Karbohidrat. Kentang banyak ditemukan di semua
negara bahkan orang Eropa memanfaatkan kentang sebagai bahan makanan pokok.
Namun, masyarakat hanya mengetahui manfaat kentang sebagai bahan pangan tanpa
mereka teliti lebih dalam lagi, padahal jika diteliti lebih dalam lagi banyak
sekali manfaat dari kentang salah satunya adalah dapat menghasilkan listrik.
Untuk membuktikan itu, akan dilakukan penelitian tentang MENGANALISIS
SIFAT ELEKTROLIT PADA KENTANG (Solanum tuberosum).
I.2.
Perumusan Masalah
Untuk memperjelas penulisan karya
tulis ini, maka penulis membuat rumusan masalah yang mencakup sebagai berikut :
1. Apakah
kentang mengandung sifat elektrolit ?
2. Jika
iya, termasuk elektrolit lemah atau kuatkah kentang itu ?
I.3.
Tujuan dan Kegunaan Penelitian
Tujuan dilakukannya penelitian
yaitu untuk mengetahui kandungan sifat elektrolit pada kentang dan termasuk
elektrolit lemah atau kuatkah kentang itu. Sekaligus sebagai pengetahuan untuk
penulis dan pembaca untuk dapat memanfaatkan kentang seefesien mungkin.
I.4.
Metode Penelitian
1.4.1.Tempat Penelitian
Penulis melakukan penelitian
ini di SMA IT Daarul Rahman 3 tepatnya di laboratorium kimia Pon-Pes Daarul
Rahman III, Jl. Sawangan Elok 01 Durenseribu, kecamatan Bojongsari, Depok-Jawa
Barat
1.4.2.Waktu
Penelitian
Waktu
penelitian dari bulan September 2013 – Desember 2013
1.4.3.Metode
Pengumpulan Data
Adapun metode pengumpulan
data yang digunakan terdiri atas dua bagian, yang diuraikan sebagai berikut :
·
Metode Observasi
Dalam
metode ini, penulis melakukan observasi langsung untuk mendapatkan data yang
akurat dan tepat.
·
Metode Kepustakaan
Dalam
metode ini, penulis mencari data dari berbagai buku referensi dan internet yang
menyangkut hal – hal dalam karya tulis ini.
·
Metode Wawancara
Dalam
metode ini, penulis mencari data dengan mewawancarai guru pembimbing yang
menyangkut hal-hal dalam karya tulis ini.
I.5.
Instrumen Penelitian
1.5.1. Teknik Pengumpulan Data
Pengumpulan
data dimulai dari bulan September-Desember 2013 dengan mencari data dari
sumber-sumber yang valid seperti buku dan internet dan penelitian atau praktik kimia, dari
alat dan bahan yang digunakan untuk penelitian larutan elektrolit dan
nonelektrolit, adapun bahan dan alat yang diuji cobakan antara lain
:
Alat dan
bahan yang digunakan:
1.
Baterai
kosong dengan isi hanya batang karbon 1 buah
2.
Kentang
1 buah
3.
Pisau
4.
Multimeter
5.
Mortar
6.
Cawan
porselin
1.5.1.1 Cara Pengumpulan Data
Cara pengumpulan data yang dilakukan
dalam penelitian ini sebagai berikut:
1.
Observasi
Yaitu metode pengumpulan data yang
mana penulis secara langsung melakukan pengamatan di lapangan.
2.
Studi
Pustaka
Yaitu mempelajari buku-buku beserta
artikel yang berhubungan dengan materi penelitian dari berbagai sumber.
3.
Wawancara
Yaitu mewawancarai guru pembimbing untuk
mendapatkan data yang akurat.
1.5.1.2 Teknik
Analisis Data
Teknik
analisis data ini dilakukan dalam 3 tahap, yaitu:
1.
Reduksi
data adalah proses penyederhanaan data yang diperoleh melalui pengamatan dengan
cara memilih data sesuai kebutuhan penelitian.
2.
Eksposisi
data
Eksposisi data merupakan paparan
data hasil dari penyederhanaan data dari pemilihan yang diurutkan secara urut.
3.
Kesimpulan
Kesimpulan sebagai bentuk pernyataan
kalimat yang singkat, padat, dan jelas namun mengandung pengertian yang luas.
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1
Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit
Gambar 2.1. pembagian larutan
berdasarkan daya hantar listrik
Larutan elektrolit merupakan larutan
yang dibentuk dari zat elektrolit. Sedangkan zat elektrolit itu sendiri
merupakan zat-zat yang di dalam air terurai membentuk ion-ionnya. Zat
elektrolit yang terurai sempurna di dalam air disebut elektrolit kuat dan
larutan yang dibentuknya disebut larutan elektrolit kuat. Zat elektrolit yang
hanya terurai sebagian membentuk ion-ionnya di dalam air disebut elektrolit
lemah dan larutan yang dibentuknya disebut larutan elektrolit lemah.
Sedangkan, larutan non elektrolit
merupakan larutan yang dibentuk dari zat non elektrolit. Sedangkan zat non
elektrolit itu sendiri merupakan zat-zat yang di dalam air tidak terurai dalam
bentuk ion-ionnya, tetapi terurai dalam bentuk molekuler.
Perbedaan
Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit
No
|
Larutan
Elektrolit
|
Larutan
Non Elektrolit
|
1.
|
Mengandung Ion
|
Tidak Mengandung Ion
|
2.
|
Dapat menghantarkan Listrik
(Konduktor)
|
Tidak dapat Menghantarkan Listrik
(Isolator)
|
3.
|
Mempunyai Kutub (Polar)
|
Tidak mempunyai Kutub (Non Polar)
|
4.
|
Jika di tes dengan alat Elektrolit
tester, maka akan menghasilkan Gelembung gas dan lampu menyala dengan terang
|
Jika di tes dengan alat Elektrolit tester, tidak ada
Gelembung gas dan lampu tidak menyala
|
5.
|
Zat Terlarutnya dapat terIonisasi
|
Zat terlarutnya tidak dapat terIonisasi
|
6.
|
a=1 atau 0<a<1
|
a=0
|
Tabel 2.1 Perbedaan larutan
elektrolit dan Non Elektrolit
Contoh
Larutan Elektrolit:
H2SO4 =
Asam Sulfat
NaCl =
Natrium Klorida
KOH = Kalium
Hidroksida
CH3COOH
= Cuka (Asam Asetat)
HCl = Asam
Klorida
Contoh
Larutan Non Elektrolit:
CO(NH2)2
= Urea
C12H22O11 =
Sukrosa
C2H5OH
= Alkohol (Etanol)
CH3OH
= Alkohol (Metanol)
2.1.1.Larutan Elektrolit Kuat
dan Elektrolit
Lemah
Larutan Elektrolit Kuat ialah
larutan yang daya hantar listrik nya baik/kuat karena zat terlarutnya
teIonisasi sempurna.
Larutan Elektrolit Lemah ialah larutan yang daya hantar listrik nya
kurang baik/lemah karena zat terlarutnya teIonisasi sebagian.
Perbedaan
larutan elektrolit kuat dan lemah :
No
|
Larutan
Elektrolit Kuat
|
Larutan
Elektrolit Lemah
|
1.
1.
|
a=1
|
a=0<a<1
|
2.
|
Terionisasi Sempurna
|
Terionisasi Sebagian
|
3.
|
Daya
Hantar Listriknya Baik (Kuat)
|
Daya
hantar Listriknya Kurang Baik (Lemah)
|
4.
|
Jumlah Ion
nya banyak
|
Jumlah Ion
nya sedikit
|
5.
|
Jika di
tes dengan alat Elektrolit tester, maka akan menghasilkan Gelembung gas dan
lampu menyala dengan terang
|
Jika di
tes dengan alat Elektrolit tester, maka akan menghasilkan Gelembung gas
tetapi lampu redup/tidak menyala
|
Tabel 2.2 Perbedaan larutan elektrolit
kuat dan lemah
Contoh Larutan Elektrolit Kuat:
H2SO4 =
Asam Sulfat
NaCl = Natrium Klorida
KOH = Kalium Hidroksida
HCl = Asam Klorida
NaOH
= Natrium Hidroksida
Contoh Larutan Elektrolit Lemah:
CH3COOH = Cuka (Asam
Asetat)
NH3 = Amonia
NH4OH = Amonium Klorida
H2S=
Asam sulfida
2.1.2.Cara
Larutan Elektrolit Menghasilkan Arus Listrik
Pada tahun 1884, Svante
Arrhenius, ahli kimia terkenal dari Swedia mengemukakan teori elektrolit
yang sampai saat ini teori tersebut tetap bertahan padahal ia hampir saja tidak
diberikan gelar doktornya di Universitas Upsala, Swedia, karena mengungkapkan
teori ini. Menurut Arrhenius, larutan elektrolit dalam air terdisosiasi ke
dalam partikel-partikel bermuatan listrik positif dan negatif yang disebut ion
(ion positif dan ion negatif). Jumlah muatan ion positif akan sama dengan
jumlah muatan ion negatif, sehingga muatan ion-ion dalam larutan netral.
Ion-ion inilah yang bertugas menghantarkan arus listrik.
Larutan yang dapat menghantarkan arus listrik disebut larutan
elektrolit. Larutan ini memberikan gejala berupa menyalanya lampu atau
timbulnya gelembung gas dalam larutan. Larutan elektrolit mengandung
partikel-partikel yang bermuatan (kation dan anion).
Berdasarkan percobaan yang dilakukan oleh Michael Faraday,
diketahui bahwa jika arus listrik dialirkan ke dalam larutan elektrolit akan
terjadi proses elektrolisis[1]
yang menghasilkan gas. Gelembung gas ini terbentuk karena ion positif mengalami
reaksi reduksi dan ion negatif mengalami oksidasi. Contoh, pada larutan HCl
terjadi reaksi elektrolisis yang menghasilkan gas hidrogen sebagai berikut.
HCl(aq)
→ H+(aq) + Cl - (aq)
Reaksi reduksi : 2H+(aq) + 2e- → H2 (g)
Reaksi oksidasi : 2Cl - (aq) → Cl2(g) + 2e-
Reaksi reduksi : 2H+(aq) + 2e- → H2 (g)
Reaksi oksidasi : 2Cl - (aq) → Cl2(g) + 2e-
Larutan elektrolit terdiri dari
larutan elektrolit kuat contohnya HCl, H2SO4, dan larutan elektrolit lemah contohnya CH3COOH, NH3, H2S. Larutan elektrolit dapat bersumber dari senyawa
ion (senyawa yang mempunyai ikatan ion) atau senyawa kovalen polar (senyawa
yang mempunyai ikatan kovalen polar). Zat elektrolit yang terurai dalam air
menjadi ion-ion . Beberapa contoh zat elektrolit tersebut adalah sebagai
berikut:
NaCl (aq)
→ Na+ (aq) + Cl- (aq)
HCl (aq) → H+ (aq) + Cl- (aq)
H2SO4 (aq) → 2 H+ (aq) + SO4 2- (aq)
NaOH (aq) → Na+ (aq) + OH- (aq)
CH3COOH (aq ) → CH3COO - (aq) + H+ (aq)
HCl (aq) → H+ (aq) + Cl- (aq)
H2SO4 (aq) → 2 H+ (aq) + SO4 2- (aq)
NaOH (aq) → Na+ (aq) + OH- (aq)
CH3COOH (aq ) → CH3COO - (aq) + H+ (aq)
Zat non elektrolit yang tidak
terurai menjadi ion-ion, tapi tetap berupa molekul. Contohnya:
C2H5OH (l) → C2H5OH (aq)
CO(NH2)2 (s) → CO(NH2)2 (aq)
C2H5OH (l) → C2H5OH (aq)
CO(NH2)2 (s) → CO(NH2)2 (aq)
2.1.3. Fungsi
Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit Dalam Kehidupan Sehari-hari
Larutan
Elektrolit
1. Oralit
Oralit adalah larutan untuk
mengobati diare contoh diapet. Oralit diminum penderita diare
supaya tidak mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh. Cairan tubuh
mengandung komponen larutan elektrolit untuk memungkinkan terjadinya daya
hantar listrik yang diperlukan impuls saraf bekerja. Larutan ini mempunyai
komposisi campuran Natrium klorida, kalium klorida, glukosa
anhidrat, dan natrium bikarbonat.
2. Akumulator (accu, aki)
Akumulator (accu, aki)
adalah sebuah alat yang dapat menyimpan energi (umumnya energi listrik) dalam
bentuk energi kimia. Aki dipakai untuk menstarter
kendaraan, menggunakan larutan asam sulfat (H2SO4).
3. Garam dapur
Garam dapur berfungsi sebagai
perangsang nafsu makan dan membantu untuk menonjolkan selera makan yang
berbeda. Ini adalah bumbu yang terbaik jika digunakan dalam jumlah ideal yakni
5 gram/hari . Garam terdiri dari dua elemen alami – natrium dan klorin – yang
bergabung untuk membentuk senyawa natrium klorida. Unsur-unsur natrium dan
klorin bertanggung jawab untuk menyeimbangkan elektrolit dalam cairan dan
sel-sel tubuh, dan memastikan kadar pH dalam kondisi baik.
4.
Air
laut
Air laut adalah sebagai sumber pembangkit
listik. PLTA ini mengandalkan air laut, ombak dan pasang surutnya.
Turbin-turbin yang dipasang akan berputar bila terkena aliran laut yang cukup
deras. Dari perputaran turbin inilah akhirnya listrik dapat di hasilkan.
Larutan Non Elektrolit
1)
Gula
adalah suatu karbohidrat sederhana
yang menjadi sumber energi dan komoditi perdagangan utama. Gula paling banyak
diperdagangkan dalam bentuk kristal sukrosa padat. Gula digunakan untuk
mengubah rasa menjadi manis dan keadaan makanan atau minuman. Gula sederhana,
seperti glukosa, (yang diproduksi dari sukrosa dengan enzim atau hidrolisis
asam), menyimpan energi, yang akan digunakan oleh sel.
2)
Air
Suling
Air suling/ air murni sangat baik
untuk otak kita. Air juga berfungsi untuk mengurangi dehidrasi. Tanpa minum
cukup air hasil dalam kulit kering, dan kulit yang tidak lembab. Minum untuk
kesehatan setiap sel dalam tubuh. Setiap sel membutuhkan air untuk berfungsi
dengan benar.
3)
Sabun
Sabun mangandung
gliserin. Gliserin adalah produk
samping dari reaksi hidrolisis[2] antara minyak nabati dengan air untuk
menghasilkan asam lemak. Glycerin merupakan humektan[3] sehingga dapat berfungsi sebagai
pelembap pada kulit. Glycerin berbentuk cairan jernih, tidak berbau dan
memiliki rasa manis.
2.2
Sel Volta
Sel Volta merupakan jenis sel
elektrokimia yang dapat menghasilkan energi listrik dari reaksi redoks[4]
yang berlangsung spontan. Sel Volta disebut juga sel Galvani. Penamaan sel
Volta dan sel Galvani diberikan untuk menghargai jasa penemu kedua sel
ini, yaitu Alexander Volta dan Alexander Galvani.
Pada sel Volta terdapat dua
elektrode yaitu anode dan katode. Anode berfungsi sebagai kutub
negatif dan katode berfungsi sebagai kutub positif. Anode dan katode
yang berupa logam dicelupkan kedalam larutan elektrolit yang mengandung
masing-masing ion logamnya. Contoh logam yang dapat menghasilkan listrik adalah
reaksi antara seng (Zn) dan tembaga (Cu).
Sel Volta dapat dibedakan menjadi
tiga jenis yaitu sel Volta primer, sel sekunder, dan sel bahan bakar.
Sel Volta primer adalah sel Volta
yang tidak dapat diperbaharui (sekali pakai). Reaksi redoks dalam sel ini
bersifat irreversible (tidak kembali lagi). Contohnya sel
kering (batrei biasa), batrei alkalin, batrei merkuri oksida, dan batrei ion
litium.
Sel Volta sekunder adalah sel Volta
yang dapat diperbarui (dapat diisi ulang). Reaksi redoks di dalam sel Volta ini
bersifat reversible (dapat kembali) sehingga dapat kembali
kekeadaan semula. Contohnya aki, batrei Ni-Cd,batrei Ni-logam hidrida.
Sel Volta bahan bakar (fuel cell)
adalah sel Volta yang tidak diperbarui, tetapi juga tidak habis. Pada sel bahan
bakar, elektrodenya berupa gas-gas yanng ditambahkan terus menerus selama sel
itu bekerja (Justiana dan Muchtaridi, 2009: 40).
Contoh sel Volta adalah:
1. Sel Kering dan Batrei Alkaline
Sel kering tersusun atas silinder
seng berisi pasta dari campuran batu (MnO2), salamik (NH4Cl),
karbon, dan sedikit air. Seng berfungsi sebagai Anode, grafit yang merupakan
elektrode inert sebagai katode. Besarnya potensial yang dihasilkan sel kering
adalah 1,5 Volta. Batrei kering jenis alkalin merupakan pengembangan dari
batrei kering. Cara kerjanya hampir sama dengan batrei kering, namun
batreai alkalin menggunakan KOH sebagai pengganti NH4Cl dalam pasta.
Batrei alkalin lebih tahan lama dibandingkan batrei kering.
2. Aki Mobil
Sel aki tersusun atas keping-keping
Pb sebagai anode dan keping PbO2 (timbal oksida) sebagai katode
dengan tegangan sebesar 2 volt. Keping-keping tersebut disusun secara seri
berpasangan biasanya 3 hingga 6 pasang. Sel aki berisikan asam sulfat ( H2SO4 )
30%. Elektron mengalir dari anode ke katode menghasilkan aliran listrik.
2.3 Mengenal Kentang
Solanum tuberosum adalah nama ilmiah dari
kentang. Ahli taksonomi[5]
memasukan kentang ke dalam kelas Dicotyledoneae, bangsa/ordo Tubiflorae,
suku/famili Solanaceae atau tanaman berbunga terompet, marga /
genusSolanum, dan jenis /spesies Solanum tuberosum.
Nama kentang adalah sebutan umbi
tersebut di dalam bahasa indonesia. Jadi, nama kentang bukanlah nama
satu-satunya yang dimiliki tumbuhan berumbi yang kayak akan karbohidrat
tersebut. Selain nama itu, masih banyak nama yang lain lagi. Misalnya di Jawa
Barat, tanaman kentang disebut luwi kumeli; di Aceh dan Minangkabau
disebut gantang; di Palembang disebut gadung lepar; dan
masih banyak di daerah lainnya.
Sebutan yang berbeda juga bukan
hanya ada di daerah, tetapi di tiap negara menyebutnya dengan nama yang
berbeda. Misalnya di Inggris menyebutnya dengan nama potato; di
Belanda menyebutnya dengan nama aardapel; di Jerman menyebutnya
dengan nama kartoffel; dan begitupun di negara lain menyebutnya
dengan nama yang berbeda .
Awalnya kentang belum menyebar luas,
tempat tumbuhnya masih terbatas yaitu di daerah dingin saja. Kemudian merambah
ke daerah sedang (subtropis) dan akhirnya mencapai daerah panas (tropis).
Perpindahan dari satu daerah ke daerah lain yang iklimnya berbeda tidak dengan
proses cepat, tetapi melampaui banyak tahapan.
Asal mulanya kentang hanya berasal
di negara Amerika Selatan tepatnya di danau Titicaca, pegunungan Andes,
perbatasan Peru dan Bolivia. Dari sini kentang menyebar ke Peru, Bolivia, Cili,
Kolumbia. Kemudian kentang disebar luaskan oleh Colombus, salah satu
pengembara yang berhasil menemukan benua Amerika. Colombus menyebar luaskan kentang
ke negara Spanyol, dan kemudian kentang menyebar luas di benua Eropa. Kentang
yang masuk ke Indonesia adalah kentang yang berasal dari Amerika. Kentang ini
ditemukan disekitar Cimahi, Bandung pada tahun 1794. Kemudian disebarkan ke
daerah Karo, Sumatra Utara, Aceh, Padang, Palembang, Minahasa, Bali, Flores,
Seram, dan Timor. Setelah lama berkembang, baru diketahui jenis kentang ini
adalah kentang eigenheimer Kentang merupakan tanaman setahun,
yang berbentuk menyemak dan bersifat menjalar. Semua bagian tanaman tersebut
mengandung racun solanian. Begitu pula umbinya, yaitu ketika memasuki masa
bertunas. Namun bagian umbi ini bila telah berusia tua atau siap dipanen, racun
ini akan berkurang dan bahkan bisa hilang, sehingga aman untuk dikonsumsi
2.3.1 Kandungan Mineral pada Kentang
Menurut Medical Board (2010:4), kentang
mengandung lebih banyak kalium dibandingkan sayuran segar lainnya, bahkan lebih
banyak dari buah pisang. Satu kentang memiliki hampir 900 mg yang merupakan 20%
kalium yang manusia butuhkan setiap harinya. Kalium adalah zat yang sangat
penting untuk pertumbuhan dan pemeliharaan sel tubuh.
Kentang mengandung
kadar air cukup tinggi, yaitu sekitar 80%. Itulah yang menyebabkan kentang
segar mudah rusak, sehingga harus disimpan dan ditangani dengan baik. Kentang
mengandung pati, yang dimana pati kentang mengandung amilum[6] dan amilopektin[7] dengan
perbandingan 1:3. Kandungan karbohidrat pada kentang mencapai sekitar 18%,
protein 2,4%, dan lemak 0,1%. Total energi yang diperoleh dari 100 gram kentang
adalah sekitar 80 kkal.
Energi kentang lebih rendah dibandingkan beras. Namun, jika
dibandingkan dengan umbi-umbian yang lain seperti singkong, ubi jalar, dan
talas, komposisi gizi kentang masih relatif lebih baik. Kentang merupakan
satu-satunya jenis umbi yang kaya vitamin C, kadarnya mencapai 31 mg per 100
gram dari bagian kentang yang dapat dimakan. Umbi-umbian lainnya sangat sedikit
mengandung vitamin C. Kebutuhan vitamin C sehari 60 mg, untuk memenuhinya cukup
dengan memakan 200 gram kentang. Kadar vitamin lain yang cukup menonjol B1
(vtiamin). Dengan mengkonsumsi sebuah umbi kentang yang berukuran sedang,
sepertiga kebutuhan vitamin C (33%) telah tercapai. Demikian juga halnya dengan
sebagian besar kebutuhan akan vitamin B dan zat besi.
Pati adalah polisakarida[8]
nutrien yang tersedia melimpah pada sel tumbuhan dan beberapa mikroorganisme.
Pati yang ada dalam kentang, jagung dan tumbuhan lain mengandung amilopektin sekitar
75 – 80% dan amilum sekitar 20-25% .
Kandungan air per 100 gram kentang ialah 82 gram, dengan
nilai protein sebanyak 2 gram, kalori sebanyak 70 kkal, dan karbohidrat
sebanyak 19 gram. Selain kandungan-kandungan tersebut, kentang juga memiliki
kandungan lain seperti zat besi dan riboflavin[9] yang
penting bagi tubuh .
Kentang juga mengandung zat pati, garam dapur (NaCl) dan air
(H2O). Yang dimana sebuah larutan elektrolit itu mempunyai tiga komponen
yaitu asam, basa, dan garam.
1.
Asam
Asam secara umum merupakan senyawa
kimia yang bila dilarutkan dalam air akan
menghasilkan larutan dengan pH lebih kecil dari 7
2.
Basa
Basa adalah lawan dari asam, yaitu ditujukan untuk unsur/senyawa kimia yang memiliki pH lebih dari 7
3.
Garam
Garam adalah senyawa ionik yang
terdiri dari ion positif (kation)
dan ion negatif (anion),
sehingga membentuk senyawa netral(tanpa
bermuatan).
3.3.2. Khasiat
Kentang
1.
Menurut penelitian, jus kentang mentah
bisa membantu mengurangi penyakit yang menyerang sendi-sendi (arthritis),
radang otot (rematik). Sakit yang di sebabkan salah urat atau terkilir,
luka-luka kecil dan luka bakar ringan, dapat di legakan dengan cara menempelkan
irisan kentang pada luka atau nyeri yang dirasakan, selama 15 menit atau lebih.
2.
Saos kentang
yang digunakan untuk saos salad,
dipercaya bisa mengurangi luka, mengurangi rasa sakit, serta pencemaran bakteri. Parutan kentang yang ditempelkan pada kelopak mata, mampu menghilangkan noda hitam pada mata (dark circles) dan sekiranya dicampur bersama krim, bisa memperlambat munculnya kerut di muka.
dipercaya bisa mengurangi luka, mengurangi rasa sakit, serta pencemaran bakteri. Parutan kentang yang ditempelkan pada kelopak mata, mampu menghilangkan noda hitam pada mata (dark circles) dan sekiranya dicampur bersama krim, bisa memperlambat munculnya kerut di muka.
3.
Kentang juga bisa memutihkan dan melembutkan tangan.
Ini menunjukkan kentang bukan saja bermanfaat untuk tujuan pengobatan.
4.
Kandungan potassium, dan Vitamin C pada kentang sangat
cocok untuk untuk perawatan kulit, seperti wajah berminyak dan berjerawat. Bagi
kulit berminyak, dua buah kentang dikupas dan diparut. Lalu dioleskan pada
wajah hingga rata, biarkan selama 1/2 jam. Bersihkan dengan air dingin bersih.
Sementara untuk jerawat, sebuah kentang diiris tipis-tipis, tempelkan ke
seluruh wajah. Biarkan sampai kentang menjadi kering dan berwarna keabuan.
Bersihkan dengan air bersih dingin.
5.
Kentang telah menjadi sahabat semua orang, yang sedang
mengatur pola makan. Sehingga kentang bisa menjadi menu alternative untuk diet,
sebab kentang dipercaya kaya karbohidrat pangganti nasi bagi Anda yang kini
sedang menjalankan diet.
6.
Vitamin C-nya, juga terkenal sebagai pereda gangguan
penyakit yang sudah dilakukan sejak zaman nenek moyang. Anda yang menderita
kutil, segera oleskan potongan segar kentang mentah pada kutil.
7.
Kentang sangat cocok bagi Anda yang memiliki penyakit
maag atau sering mangalami sakit karena kelebihan asam lambung. Sebab dalam
kentang terkandung atropine yang dapat membantu mengurangi asam lambung dan
mengurangi sakit pada lambung.
8.
Biasanya zat lysine tidak terdapat pada nabati, tetapi
di dalam kentang terdapat lysine yang sangat penting dalam pertumbuhan
badan dan otak. Dengan kentang kita dapat mengkonsumsi Vitamin C secara mudah. Karena vitamin C di dalam kentang tidak hilang setelah masak karena dikelilingi oleh sari pati. Walaupun kalorinya cukup rendah, kentang dapat menyebabkan kegemukan karena adanya Glycemic Index.
badan dan otak. Dengan kentang kita dapat mengkonsumsi Vitamin C secara mudah. Karena vitamin C di dalam kentang tidak hilang setelah masak karena dikelilingi oleh sari pati. Walaupun kalorinya cukup rendah, kentang dapat menyebabkan kegemukan karena adanya Glycemic Index.
9.
Kentang
mempunyai khasiat membuat mata yang lelah kembali bersinar serta dapat
menghilangkan bengkak pada mata. Parutlah kentang lalu masukkan ke dalam kain
tipis yang bersih (kain kasa atau kain mori) dan kompreskan ke kelopak mata.
BAB III
PEMBAHASAN DAN HASIL
3.1
Gambaran
Umum Obyek Penelitian
Pada penelitian kali ini, penulis
akan menggunakan alat dan bahan berupa: kentang 1 buah, pisau, baterai kosong
dengan isi batang karbon 1 buah, multimeter, mortar, dan cawan porselin.
3.1.1
Sejarah Singkat
Penelitian
Untuk membuktikan kentang mengandung
kandungan elektrolit yang dapat menghantarkan arus listrik, maka penulis
melakukan penelitian dengan menguji daya hantar listrik baterai yang berisi
kentang dengan menggunakan multimeter.
3.1.2
Lokasi
Penelitian
Penulis menggunakan observasi pengujian
daya hantar listrik baterai kentang di Laboratorium MIPA Daarul Rahman
3.2. Deskripsi Hasil Analisis Data
Demi mendukung keabsahan hipotesa
penulis, maka dilakukan percobaan. Dalam penelitian untuk menguji kandungan elektrolit
baterai kentang kali ini, penulis menguji tanpa menggunakan rangkaian listrik
seri atau pararel.
Penulis akan menguji kandungan
elektrolit yang dapat menghantarkan arus listrik pada baterai kentang
menggunakan multimeter.
Adapun langkah kerja yang dilakukan
sebagai berikut:
1.
Kentang yang akan dihaluskan dikupas terlebih dahulu
sampai bersih
2.
Potong kentang kecil-kecil agar mudah untuk dihaluskan
3.
Letakkan dalam cawan porselin dan tumbuk menggunakan
mortar
4.
Masukkan kentang yang sudah halus kedalam batre yang
hanya berisi batang karbon. Dan jangan sampai merusak batang karbon ketika
memasukkannya.
5.
Hubungkan kedua ujung rangkaian batre kentang dengan
multimeter yang disesuaikan dengan kutub positif dan negatif
6.
Perhatikan arah pergerakan jarum pada multimeter. Jika
jarum bergerak, maka kentang terbukti mengandung kandungan elektrolit yang
dapat menghantarkan listrik.
3.3.Pengujian
Hipotesis
Hasil penelitian yang dilakukan
penulis menunjukkan bahwa dengan bergeraknya jarum multimeter maka kentang
terbukti mengandung larutan elektrolit. Berikut hasil perhitungan besarnya
kandungan elektrolit dalam kentang dalam
satuan ampere:
I:
× 2,5 = 1,18
A
Maka dapat dismpulkan bahwa kentang
merupakan elektrolit kuat karna daya hantar listriknya mendekati 1,5
3.4.
Pembahasan
Adanya
listrik pada kentang karena kentang tersebut mengandung zat-zat yang merupakan
komponen penghasil listrik, di antaranya adalah: Karbohidrat, kalium, Protein,
lemak, garam dapur (NaCl), air (H2O), pati (amilum dan amilopektin),
vitamin B dan C, zat besi, riboflavin.
Dari
uraian tersebut telah dijelaskan bahwa kentang mengandung garam dan air. Garam
merupakan suatu senyawa kimia sederhana yang terdiri dari dua atau lebih atom
yang membawa ion positif (kation) dan ion negatif (anion). Misalnya garam meja
(NaCl) terdiri dari kation (Na+) dan Anion (Cl-). Garam
yang terlarut dalam air akan mengalami hidrolisis. Garam yang
terhidrolisis dan membentuk ion hidroksida ketika dilarutkan dalam air maka
dinamakan garam basa. Garam yang terhidrolisa dan membentukan ion hidronium
ketika dilarutkan ke dalam air disebut sebagai garam asam. Adapun garam netral
adalah garam yang tidak terjadi hidrolisis. Yang mana garam tersebut tersusun
atas basa kuat dan asam kuat.
Suatu
garam dapat tersusun dari basa kuat dan asam kuat, asam kuat dan basa lemah,
basa kuat dan asam lemah, dan asam lemah dan basa lemah.
Pada
kentang, terdapat suatu garam yang merupakan garam dapur
(NaCl). NaCl merupakan suatu senyawa yang terdiri atas HCl (asam
kuat) dan NaOH (basa kuat). Reaksi itu diperoleh dari hasil reaksi antara garam
dan air. Adapun reaksinya adalah:
NaCl
+ H2O → NaOH+ + HCl-
Adanya
listrik dalam kentang karena adanya reaksi garam dengan air yang menjadi sebuah
larutan garam. Garam merupakan zat terlarut dan air merupakan zat pelarut.
Larutan garam (NaCl) merupakan larutan garam yang bersifat netral karena
tersusun atas asam kuat dan basa kuat. Larutan garam (NaCl)
merupakan suatu larutan elektrolit yaitu larutan yang dapat menghantarkan
arus listrik. oleh sebab itu, kentang dapat menghasilkan listrik.
Selain
adanya garam dan air, faktor lain yang menyebabkan kentang menghasilkan listrik
ialah karena adanya reaksi ionisasi pada senyawa ion atau yang disebut
dengan disosiasi. Senyawa ion tersusun atas ion positif
(kation) dan ion negatif (anion). Senyawa ion akan terurai menjadi ion-ion
(kation dan anion) ketika dilarutkan ke dalam air, sebab ion-ion di dalam air
akan bergerak bebas. Ion-ion yang bergerak bebas ialah ion yang hanya terdapat
dalam larutan dan lelehan.
Kandungan
garam pada kentang merupakan suatu larutan, dimana garam merupakan zat terlarut
dan air merupakan zat pelarut, sehingga ion-ionnya dapat bergerak
dengan bebas. Gerakan ion-ion dalam kentang tersebut yang dapat menghasilkan
listrik.
Untuk
mengetahui cara kentang agar dapat menghasilkan listrik, penulis menggunakan
teori sel Volta yang ditemukan oleh seorang ilmuwan bernama Alexander Volta dan
Luigi Galfani, dimana kentang merupakan elektrolit sedangkan tembaga (Cu) dan
seng (Zn) merupakan sel elektrode. Tembaga dan seng merupakan Suatu
elektrolit tidak dapat menghasilkan listrik jika tidak dihubungkan dengan suatu
elektrode. Tembaga merupakan katode (kutub positif) sedangkan seng merupakan
anode (kutub negatif). Reaksi antara elektrolit dan elektrode tersebut yang
dapat mengahsilkan listrik.
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
4.1. Kesimpulan
Dari
hasil penelitian mengenai kandungan elektrolit yang dapat menghasilkan listrik pada
kentang, maka penulis menyimpulkan 4 kesimpulan, diantaranya adalah:
1.
Kentang
dapat menghasilkan listrik. Hal ini teramati dari bergeraknya jarum multimeter.
2.
Adanya
listrik pada kentang dikarenakan kentang tersebut mengandung garam dan air,
dimana suatu garam apabila bereaksi dengan air akan menjadi larutan garam yang
dapat menghasilkan listrik atau disebut dengan larutan elektrolit.
3.
Kandungan
listrik pada kentang dikarenakan adanya reaksi ionisasi pada senyawa ion yang
disebut dengan disosiasi. Senyawa ion tersebut tersusun atas ion
positif (kation) dan ion negatif (anion). Reaksi ionisasi menyebabkan ion
tersebut bergerak bebas. Gerakan ion bebas pada kentang tersebut yang
menyebabkan kentang dapat menghasilkan listrik.
4.
Kentang
merupakan elektrolit kuat karena berdasarkan hasil penelitian penulis yang
menggunakan 1 baterai, daya hantar lisrik yang dihasilkan adalah 1,18 yang
berarti mendekati 1,5
4.2.
Saran
Setelah
dilakukan penelitian ini, disarankan khususnya bagi pembaca dan umumnya bagi
masyarakat seluruhnya agar dapat memanfaatkan kentang seefisien mungkin. Dan
disarankan juga agar dilakukan penelitian untuk mencari manfaat lain dari
kentang. Sebab masih banyak manfaat dari kentang selain untuk bahan pangan dan
penghasil listrik.
[1]
Elektrolisis
merupakan elektrokimia yang menggunakan energy listrik agar reaksi kimia dapat
terjadi (http://ahyanti-s.blogspot.com/2012_04_01_archive.html)
[2]
Reaksi Hidrolisis adalah reaksi kimia yang memecah molekul air (H2O)
menjadi kationhidrogen (H+) dan anion hidroksida (OH−)
melalui suatu proses kimia.
[3]
Humectan
adalah bahan yang mengontrol perubahan kelembaban antara produk dengan udara,
baik dalam wadah ataupun pada kulit.
[4]
Reaksi redoks adalah gabungan dari 2 reaksi, yaitu reaksi oksidasi dan reaksi
reduksi.
(Sandri
Justiana, 2010. Kimia 1. Jakarta: Yudhistira)
[5]
Kata taksonomi diambil dari bahasa Yunani tassein yang berarti untuk mengelompokkan dan nomos yang berarti aturan. Taksonomi dapat diartikan sebagai pengelompokan suatu hal
berdasarkan hierarki (tingkatan) tertentu. Di mana taksonomi yang lebih tinggi
bersifat lebih umum dan taksonomi yang lebih rendah bersifat lebih spesifik. (http://id.wikipedia.org/wiki/Taksonomi)
[6]
Amilum adalah karbohidrat kompleks
yang tidak larut dalam air, berwujud bubuk putih,
tawar dan tidak berbau (http://id.wikipedia.org/wiki/Amilum)
[7]
Amilopektin merupakan polisakarida yang
tersusun dari monomer α-glukosa (baca:
alfa glukosa).( http://id.wikipedia.org/wiki/Amilopektin)
[8]
Polisakarida
adalah karbohidrat,
sehingga tersusun hanya dari atom karbon (C), hidrogen (H), dan oksigen (O) (http://id.wikipedia.org/wiki/Polisakarida)
[9]
Riboflavin adalah nama lain dari vitamin B2 (http://www.kamusq.com/2012/09/riboflavin-adalah-pengertian-dan.html)
0 comments:
Post a Comment