MENGIDENTIFIKASI KANDUNGAN ELEKTROLIT PADA KENTANG

23:54 Posted In Edit This 0 Comments »

BAB I
PENDAHULUAN

I.I. Latar Belakang Masalah
Larutan adalah sistem homogen yang terdiri dari zat terlarut dan pelarut. Pelarut yang sering dipakai dalam melarutkan zat terlarut adalah air. Zat terlarut umumnya lebih sedikit dibanding zat pelarut. Contoh larutan gula, larutan garam dapur, larutan alkohol dan lain sebagainya .

Berdasarkan daya hantar listriknya  larutan diklasifikasikan menjadi 2 yaitu elektrolit dan non elektrolit. Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghasilkan arus listrik, sedangkan larutan non elektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghasilkan arus listrik.

Apa yang kita lakukan untuk membedakan larutan elektrolit dengan larutan non elektrolit ? Pernahkah kita menguji daya hantar listrik suatu larutan ? Daya hantar listrik tersebut dapat dilihat dari menyala atau tidaknya lampu yang digunakan pada alat uji. Jika pada pengujian tersebut ternyata lampunya menyala, hal itu menunjukkan larutan tersebut bersifat elektrolit. Salah satu larutan yang bersifat elektrolit yang kita sudah faham pada umumnya adalah garam dapur (NaCl). Bagaimana jika pada saat percobaan lampunya tidak menyala ? larutan NaCl dapat terurai menjadi Na+ dan Cl-. Perubahan Na menjadi ion Na+ mengalami oksidasi  karena melepaskan satu electron, sedangkan ion Cl menjadi Cl- mengalami reduksi karena melepaskan satu electron.
Selain garam dapur, masih banyak lagi larutan atau bahkan bahan pangan yang memiliki daya hantar listrik. Salah satunya adalah kentang. Kentang (Solanum tuberosum) adalah tanaman darat yang mengandung banyak Karbohidrat. Kentang banyak ditemukan di semua negara bahkan orang Eropa memanfaatkan kentang sebagai bahan makanan pokok. Namun, masyarakat hanya mengetahui manfaat kentang sebagai bahan pangan tanpa mereka teliti lebih dalam lagi, padahal jika diteliti lebih dalam lagi banyak sekali manfaat dari kentang salah satunya adalah dapat menghasilkan listrik. Untuk membuktikan itu, akan dilakukan penelitian tentang MENGANALISIS SIFAT ELEKTROLIT PADA KENTANG (Solanum tuberosum).  

I.2. Perumusan Masalah
Untuk memperjelas penulisan karya tulis ini, maka penulis membuat rumusan masalah yang mencakup sebagai berikut :
1.      Apakah kentang mengandung sifat elektrolit ?
2.      Jika iya, termasuk elektrolit lemah atau kuatkah kentang itu ?

I.3. Tujuan dan Kegunaan Penelitian
Tujuan dilakukannya penelitian yaitu untuk mengetahui kandungan sifat elektrolit pada kentang dan termasuk elektrolit lemah atau kuatkah kentang itu. Sekaligus sebagai pengetahuan untuk penulis dan pembaca untuk dapat memanfaatkan kentang seefesien mungkin.






I.4. Metode Penelitian
 1.4.1.Tempat Penelitian
                    Penulis melakukan penelitian ini di SMA IT Daarul Rahman 3 tepatnya di laboratorium kimia Pon-Pes Daarul Rahman III, Jl. Sawangan Elok 01 Durenseribu, kecamatan Bojongsari, Depok-Jawa Barat

  1.4.2.Waktu Penelitian
                 Waktu penelitian dari bulan September 2013 – Desember 2013
  1.4.3.Metode Pengumpulan Data
                    Adapun metode pengumpulan data yang digunakan terdiri atas dua bagian, yang diuraikan sebagai berikut :
·            Metode Observasi
Dalam metode ini, penulis melakukan observasi langsung untuk mendapatkan data yang akurat dan tepat.
·            Metode Kepustakaan
Dalam metode ini, penulis mencari data dari berbagai buku referensi dan internet yang menyangkut hal – hal dalam karya tulis ini.
·         Metode Wawancara
Dalam metode ini, penulis mencari data dengan mewawancarai guru pembimbing yang menyangkut hal-hal dalam karya tulis ini.





I.5. Instrumen Penelitian
1.5.1. Teknik Pengumpulan Data
                    Pengumpulan data dimulai dari bulan September-Desember 2013 dengan mencari data dari sumber-sumber yang valid seperti buku dan internet dan penelitian atau praktik kimia, dari alat dan bahan yang digunakan untuk penelitian larutan elektrolit dan nonelektrolit, adapun bahan dan alat  yang diuji cobakan antara lain :
Alat dan bahan  yang digunakan:
1.      Baterai kosong dengan isi hanya batang karbon 1 buah
2.      Kentang 1 buah
3.      Pisau
4.      Multimeter
5.      Mortar
6.      Cawan porselin

1.5.1.1        Cara Pengumpulan Data
Cara pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini sebagai berikut:
1.                   Observasi
Yaitu metode pengumpulan data yang mana penulis secara langsung melakukan pengamatan di lapangan.
2.                   Studi Pustaka
Yaitu mempelajari buku-buku beserta artikel yang berhubungan dengan materi penelitian dari berbagai sumber.
3.                   Wawancara
Yaitu  mewawancarai guru pembimbing untuk mendapatkan data yang akurat.
     

1.5.1.2        Teknik Analisis Data

Teknik analisis data ini dilakukan dalam 3 tahap, yaitu:
1.                   Reduksi data adalah proses penyederhanaan data yang diperoleh melalui pengamatan dengan cara memilih data sesuai kebutuhan penelitian.
2.                   Eksposisi data
Eksposisi data merupakan paparan data hasil dari penyederhanaan data dari pemilihan yang diurutkan secara urut.
3.                   Kesimpulan
Kesimpulan sebagai bentuk pernyataan kalimat yang singkat, padat, dan jelas namun mengandung pengertian yang luas.


















BAB II
LANDASAN TEORI

2.1  Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit

Gambar 2.1. pembagian larutan berdasarkan daya hantar listrik


Larutan elektrolit merupakan larutan yang dibentuk dari zat elektrolit. Sedangkan zat elektrolit itu sendiri merupakan zat-zat yang di dalam air terurai membentuk ion-ionnya. Zat elektrolit yang terurai sempurna di dalam air disebut elektrolit kuat dan larutan yang dibentuknya disebut larutan elektrolit kuat. Zat elektrolit yang hanya terurai sebagian membentuk ion-ionnya di dalam air disebut elektrolit lemah dan larutan yang dibentuknya disebut larutan elektrolit lemah.

Sedangkan, larutan non elektrolit merupakan larutan yang dibentuk dari zat non elektrolit. Sedangkan zat non elektrolit itu sendiri merupakan zat-zat yang di dalam air tidak terurai dalam bentuk ion-ionnya, tetapi terurai dalam bentuk molekuler.






Perbedaan Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit
No
Larutan Elektrolit
Larutan Non Elektrolit
1.
Mengandung Ion
Tidak Mengandung Ion
2.
Dapat menghantarkan Listrik (Konduktor)
Tidak dapat Menghantarkan Listrik (Isolator)
3.
Mempunyai Kutub (Polar)
Tidak mempunyai Kutub (Non Polar)
4.
Jika di tes dengan alat Elektrolit tester, maka akan menghasilkan Gelembung gas dan lampu menyala dengan terang
Jika di tes dengan alat Elektrolit tester, tidak ada Gelembung gas dan lampu tidak menyala
5.
Zat Terlarutnya dapat terIonisasi
Zat terlarutnya tidak dapat terIonisasi
6.
a=1 atau 0<a<1
a=0
Tabel 2.1 Perbedaan larutan elektrolit dan Non Elektrolit

Contoh Larutan Elektrolit:

H2SO= Asam Sulfat
NaCl = Natrium Klorida
KOH = Kalium Hidroksida
CH3COOH = Cuka (Asam Asetat)
HCl = Asam Klorida

Contoh Larutan Non Elektrolit:

CO(NH2)2 = Urea
C12H22O11 = Sukrosa
C2H5OH = Alkohol (Etanol)
CH3OH = Alkohol (Metanol)

2.1.1.Larutan Elektrolit Kuat dan Elektrolit Lemah

Larutan Elektrolit Kuat ialah larutan yang daya hantar listrik nya baik/kuat karena zat terlarutnya teIonisasi sempurna. Larutan Elektrolit Lemah ialah larutan yang daya hantar listrik nya kurang baik/lemah karena zat terlarutnya teIonisasi sebagian.

Perbedaan larutan elektrolit kuat dan lemah :
No
Larutan Elektrolit Kuat
Larutan Elektrolit Lemah
1.      1.
a=1
a=0<a<1
2.
Terionisasi Sempurna
Terionisasi Sebagian
3.
Daya Hantar Listriknya Baik (Kuat)
Daya hantar Listriknya Kurang Baik (Lemah)
4.
Jumlah Ion nya banyak
Jumlah Ion nya sedikit
5.
Jika di tes dengan alat Elektrolit tester, maka akan menghasilkan Gelembung gas dan lampu menyala dengan terang
Jika di tes dengan alat Elektrolit tester, maka akan menghasilkan Gelembung gas tetapi lampu redup/tidak menyala
Tabel 2.2 Perbedaan larutan elektrolit kuat dan lemah

Contoh Larutan Elektrolit Kuat:

H2SO= Asam Sulfat
NaCl = Natrium Klorida
KOH = Kalium Hidroksida
HCl = Asam Klorida
NaOH = Natrium Hidroksida


Contoh Larutan Elektrolit Lemah:

CH3COOH = Cuka (Asam Asetat)
NH3 = Amonia
NH4OH = Amonium Klorida
H2S= Asam sulfida

2.1.2.Cara Larutan Elektrolit Menghasilkan Arus Listrik

Pada tahun 1884, Svante Arrhenius, ahli kimia terkenal dari Swedia mengemukakan teori elektrolit yang sampai saat ini teori tersebut tetap bertahan padahal ia hampir saja tidak diberikan gelar doktornya di Universitas Upsala, Swedia, karena mengungkapkan teori ini. Menurut Arrhenius, larutan elektrolit dalam air terdisosiasi ke dalam partikel-partikel bermuatan listrik positif dan negatif yang disebut ion (ion positif dan ion negatif). Jumlah muatan ion positif akan sama dengan jumlah muatan ion negatif, sehingga muatan ion-ion dalam larutan netral. Ion-ion inilah yang bertugas menghantarkan arus listrik.

Larutan yang dapat menghantarkan arus listrik disebut larutan elektrolit. Larutan ini memberikan gejala berupa menyalanya lampu atau timbulnya gelembung gas dalam larutan. Larutan elektrolit mengandung partikel-partikel yang bermuatan (kation dan anion).
Berdasarkan percobaan yang dilakukan oleh Michael Faraday, diketahui bahwa jika arus listrik dialirkan ke dalam larutan elektrolit akan terjadi proses elektrolisis[1] yang menghasilkan gas. Gelembung gas ini terbentuk karena ion positif mengalami reaksi reduksi dan ion negatif mengalami oksidasi. Contoh, pada larutan HCl terjadi reaksi elektrolisis yang menghasilkan gas hidrogen sebagai berikut.
 HCl(aq)          →        H+(aq) + Cl - (aq)
Reaksi reduksi : 2H+(aq) + 2e- → H2 (g)
Reaksi oksidasi : 2Cl - (aq) → Cl2(g) + 2e-

Larutan elektrolit terdiri dari larutan elektrolit kuat contohnya HCl, H2SO4, dan larutan elektrolit lemah contohnya CH3COOH, NH3, H2S. Larutan elektrolit dapat bersumber dari senyawa ion (senyawa yang mempunyai ikatan ion) atau senyawa kovalen polar (senyawa yang mempunyai ikatan kovalen polar). Zat elektrolit yang terurai dalam air menjadi ion-ion . Beberapa contoh zat elektrolit tersebut adalah sebagai berikut:
            NaCl (aq)                     →        Na+ (aq) + Cl- (aq)
            HCl (aq)                       →        H+ (aq) + Cl- (aq)
            H2SO4 (aq)                   →        2 H+ (aq) + SO4 2- (aq)
            NaOH (aq)                   →        Na+ (aq) + OH- (aq)
            CH3COOH (aq )           →        CH3COO - (aq) + H+ (aq)
Zat non elektrolit yang tidak terurai menjadi ion-ion, tapi tetap berupa molekul. Contohnya:
            C2H5OH (l)                   →        C2H5OH (aq)
            CO(NH2)2 (s)               →        CO(NH2)2 (aq)


2.1.3. Fungsi Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit Dalam Kehidupan Sehari-hari

 Larutan Elektrolit

1.      Oralit
Oralit adalah larutan untuk mengobati diare contoh diapet. Oralit diminum penderita diare supaya tidak mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh. Cairan tubuh mengandung komponen larutan elektrolit untuk memungkinkan terjadinya daya hantar listrik yang diperlukan impuls saraf bekerja. Larutan ini mempunyai komposisi campuran Natrium kloridakalium kloridaglukosa anhidrat, dan natrium bikarbonat.

2.      Akumulator (accuaki)
Akumulator (accuaki) adalah sebuah alat yang dapat menyimpan energi (umumnya energi listrik) dalam bentuk energi kimia. Aki dipakai untuk menstarter kendaraan, menggunakan larutan asam sulfat (H2SO4).

3.      Garam dapur
Garam dapur berfungsi sebagai perangsang nafsu makan dan membantu untuk menonjolkan selera makan yang berbeda. Ini adalah bumbu yang terbaik jika digunakan dalam jumlah ideal yakni 5 gram/hari . Garam terdiri dari dua elemen alami – natrium dan klorin – yang bergabung untuk membentuk senyawa natrium klorida. Unsur-unsur natrium dan klorin bertanggung jawab untuk menyeimbangkan elektrolit dalam cairan dan sel-sel tubuh, dan memastikan kadar pH dalam kondisi baik.

4.      Air laut
Air laut adalah sebagai sumber pembangkit listik. PLTA ini mengandalkan air laut, ombak dan pasang surutnya. Turbin-turbin yang dipasang akan berputar bila terkena aliran laut yang cukup deras. Dari perputaran turbin inilah akhirnya listrik dapat di hasilkan.

Larutan Non Elektrolit

1)              Gula
adalah suatu karbohidrat sederhana yang menjadi sumber energi dan komoditi perdagangan utama. Gula paling banyak diperdagangkan dalam bentuk kristal sukrosa padat. Gula digunakan untuk mengubah rasa menjadi manis dan keadaan makanan atau minuman. Gula sederhana, seperti glukosa, (yang diproduksi dari sukrosa dengan enzim atau hidrolisis asam), menyimpan energi, yang akan digunakan oleh sel.

2)              Air Suling
Air suling/ air murni sangat baik untuk otak kita. Air juga berfungsi untuk mengurangi dehidrasi. Tanpa minum cukup air hasil dalam kulit kering, dan kulit yang tidak lembab. Minum untuk kesehatan setiap sel dalam tubuh. Setiap sel membutuhkan air untuk berfungsi dengan benar.

3)              Sabun
Sabun mangandung gliserin. Gliserin adalah produk samping dari reaksi hidrolisis[2] antara minyak nabati dengan air untuk menghasilkan asam lemak. Glycerin merupakan humektan[3] sehingga dapat berfungsi sebagai pelembap pada kulit. Glycerin berbentuk cairan jernih, tidak berbau dan memiliki rasa manis.

2.2  Sel Volta

Sel Volta merupakan jenis sel elektrokimia yang dapat menghasilkan energi listrik dari reaksi redoks[4] yang berlangsung spontan. Sel Volta disebut juga sel Galvani. Penamaan sel Volta dan sel Galvani diberikan untuk menghargai jasa penemu kedua sel ini, yaitu Alexander Volta dan Alexander Galvani.

Pada sel Volta terdapat dua elektrode yaitu anode dan katode.  Anode berfungsi sebagai kutub negatif dan katode berfungsi sebagai kutub positif.  Anode dan katode yang berupa logam dicelupkan kedalam larutan elektrolit yang mengandung masing-masing ion logamnya. Contoh logam yang dapat menghasilkan listrik adalah reaksi antara seng (Zn) dan tembaga (Cu).

Sel Volta dapat dibedakan menjadi tiga jenis yaitu sel Volta primer, sel sekunder, dan sel bahan bakar.

Sel Volta primer adalah sel Volta yang tidak dapat diperbaharui (sekali pakai). Reaksi redoks dalam sel ini bersifat irreversible (tidak kembali lagi). Contohnya sel kering (batrei biasa), batrei alkalin, batrei merkuri oksida, dan batrei ion litium.

Sel Volta sekunder adalah sel Volta yang dapat diperbarui (dapat diisi ulang). Reaksi redoks di dalam sel Volta ini bersifat reversible (dapat kembali) sehingga dapat kembali kekeadaan semula. Contohnya aki, batrei Ni-Cd,batrei Ni-logam hidrida.

Sel Volta bahan bakar (fuel cell) adalah sel Volta yang tidak diperbarui, tetapi juga tidak habis. Pada sel bahan bakar, elektrodenya berupa gas-gas yanng ditambahkan terus menerus selama sel itu bekerja (Justiana dan Muchtaridi, 2009: 40).

Contoh sel Volta adalah:

1.      Sel Kering dan Batrei Alkaline

Sel kering tersusun atas silinder seng berisi pasta dari campuran batu (MnO2), salamik (NH4Cl), karbon, dan sedikit air. Seng berfungsi sebagai Anode, grafit yang merupakan elektrode inert sebagai katode. Besarnya potensial yang dihasilkan sel kering adalah 1,5 Volta. Batrei kering jenis alkalin merupakan pengembangan dari batrei kering. Cara kerjanya hampir sama dengan  batrei kering, namun batreai alkalin menggunakan KOH sebagai pengganti NH4Cl dalam pasta. Batrei alkalin lebih tahan lama dibandingkan batrei kering.

2.      Aki Mobil

Sel aki tersusun atas keping-keping Pb sebagai anode dan keping PbO2 (timbal oksida) sebagai katode dengan tegangan sebesar 2 volt. Keping-keping tersebut disusun secara seri berpasangan biasanya 3 hingga 6 pasang. Sel aki berisikan asam sulfat ( H2SO) 30%. Elektron mengalir dari anode ke katode menghasilkan aliran listrik.


2.3  Mengenal Kentang

 Solanum tuberosum adalah nama ilmiah dari kentang. Ahli taksonomi[5] memasukan kentang ke dalam kelas Dicotyledoneae, bangsa/ordo Tubiflorae, suku/famili Solanaceae atau tanaman berbunga terompet, marga / genusSolanum, dan jenis /spesies Solanum tuberosum.
Nama kentang adalah sebutan umbi tersebut di dalam bahasa indonesia. Jadi, nama kentang bukanlah nama satu-satunya yang dimiliki tumbuhan berumbi yang kayak akan karbohidrat tersebut. Selain nama itu, masih banyak nama yang lain lagi. Misalnya di Jawa Barat, tanaman kentang disebut luwi kumeli; di Aceh dan Minangkabau disebut gantang; di Palembang disebut gadung lepar; dan masih banyak di daerah lainnya.
Sebutan yang berbeda juga bukan hanya ada di daerah, tetapi di tiap negara menyebutnya dengan nama yang berbeda. Misalnya di Inggris menyebutnya dengan nama potato; di Belanda menyebutnya dengan nama aardapel; di Jerman menyebutnya dengan nama kartoffel; dan begitupun di negara lain menyebutnya dengan nama yang berbeda .
Awalnya kentang belum menyebar luas, tempat tumbuhnya masih terbatas yaitu di daerah dingin saja. Kemudian merambah ke daerah sedang (subtropis) dan akhirnya mencapai daerah panas (tropis). Perpindahan dari satu daerah ke daerah lain yang iklimnya berbeda tidak dengan proses cepat, tetapi melampaui banyak tahapan.
Asal mulanya kentang hanya berasal di negara Amerika Selatan tepatnya di danau Titicaca, pegunungan Andes, perbatasan Peru dan Bolivia. Dari sini kentang menyebar ke Peru, Bolivia, Cili, Kolumbia.  Kemudian kentang disebar luaskan oleh Colombus, salah satu pengembara yang berhasil menemukan benua Amerika. Colombus menyebar luaskan kentang ke negara Spanyol, dan kemudian kentang menyebar luas di benua Eropa. Kentang yang masuk ke Indonesia adalah kentang yang berasal dari Amerika. Kentang ini ditemukan disekitar Cimahi, Bandung pada tahun 1794. Kemudian disebarkan ke daerah Karo, Sumatra Utara, Aceh, Padang, Palembang, Minahasa, Bali, Flores, Seram, dan Timor. Setelah lama berkembang, baru diketahui jenis kentang ini adalah kentang eigenheimer Kentang merupakan tanaman setahun, yang berbentuk menyemak dan bersifat menjalar. Semua bagian tanaman tersebut mengandung racun solanian. Begitu pula umbinya, yaitu ketika memasuki masa bertunas. Namun bagian umbi ini bila telah berusia tua atau siap dipanen, racun ini akan berkurang dan bahkan bisa hilang, sehingga aman untuk dikonsumsi

2.3.1 Kandungan Mineral pada Kentang

Menurut Medical Board (2010:4),  kentang mengandung lebih banyak kalium dibandingkan sayuran segar lainnya, bahkan lebih banyak dari buah pisang. Satu kentang memiliki hampir 900 mg yang merupakan 20% kalium yang manusia butuhkan setiap harinya. Kalium adalah zat yang sangat penting untuk pertumbuhan dan pemeliharaan sel tubuh.

 Kentang mengandung kadar air cukup tinggi, yaitu sekitar 80%. Itulah yang menyebabkan kentang segar mudah rusak, sehingga harus disimpan dan ditangani dengan baik. Kentang mengandung pati, yang dimana pati kentang mengandung amilum[6] dan amilopektin[7] dengan perbandingan 1:3. Kandungan karbohidrat pada kentang mencapai sekitar 18%, protein 2,4%, dan lemak 0,1%. Total energi yang diperoleh dari 100 gram kentang adalah sekitar 80 kkal.

Energi kentang lebih rendah dibandingkan beras. Namun, jika dibandingkan dengan umbi-umbian yang lain seperti singkong, ubi jalar, dan talas, komposisi gizi kentang masih relatif lebih baik. Kentang merupakan satu-satunya jenis umbi yang kaya vitamin C, kadarnya mencapai 31 mg per 100 gram dari bagian kentang yang dapat dimakan. Umbi-umbian lainnya sangat sedikit mengandung vitamin C. Kebutuhan vitamin C sehari 60 mg, untuk memenuhinya cukup dengan memakan 200 gram kentang. Kadar vitamin lain yang cukup menonjol B1 (vtiamin). Dengan mengkonsumsi sebuah umbi kentang yang berukuran sedang, sepertiga kebutuhan vitamin C (33%) telah tercapai. Demikian juga halnya dengan sebagian besar kebutuhan akan vitamin B dan zat besi.

Pati adalah polisakarida[8] nutrien yang tersedia melimpah pada sel tumbuhan dan beberapa mikroorganisme. Pati yang ada dalam kentang, jagung dan tumbuhan lain mengandung amilopektin sekitar 75 – 80% dan amilum sekitar 20-25% .

Kandungan air per 100 gram kentang ialah 82 gram, dengan nilai protein sebanyak 2 gram, kalori sebanyak 70 kkal, dan karbohidrat sebanyak 19 gram. Selain kandungan-kandungan tersebut, kentang juga memiliki kandungan lain seperti zat besi dan riboflavin[9] yang penting bagi tubuh .

Kentang juga mengandung zat pati, garam dapur (NaCl) dan air (H2O). Yang dimana sebuah larutan elektrolit itu mempunyai tiga komponen yaitu  asam, basa, dan garam.

1.      Asam
Asam secara umum merupakan senyawa kimia yang bila dilarutkan dalam air akan menghasilkan larutan dengan pH lebih kecil dari 7

2.      Basa
Basa adalah lawan dari asam, yaitu ditujukan untuk unsur/senyawa kimia yang memiliki pH lebih dari 7

3.      Garam
Garam adalah senyawa ionik yang terdiri dari ion positif (kation) dan ion negatif (anion), sehingga membentuk senyawa netral(tanpa bermuatan).









3.3.2.  Khasiat Kentang

1.      Menurut penelitian, jus kentang mentah bisa membantu mengurangi penyakit yang menyerang sendi-sendi (arthritis), radang otot (rematik). Sakit yang di sebabkan salah urat atau terkilir, luka-luka kecil dan luka bakar ringan, dapat di legakan dengan cara menempelkan irisan kentang pada luka atau nyeri yang dirasakan, selama 15 menit atau lebih.

2.       Saos kentang yang digunakan untuk saos salad,
dipercaya bisa mengurangi luka, mengurangi rasa sakit, serta pencemaran bakteri. Parutan kentang yang ditempelkan pada kelopak mata, mampu menghilangkan noda hitam pada mata (dark circles) dan sekiranya dicampur bersama krim, bisa memperlambat munculnya kerut di muka.
3.      Kentang juga bisa memutihkan dan melembutkan tangan. Ini menunjukkan kentang bukan saja bermanfaat untuk tujuan pengobatan.
4.      Kandungan potassium, dan Vitamin C pada kentang sangat cocok untuk untuk perawatan kulit, seperti wajah berminyak dan berjerawat. Bagi kulit berminyak, dua buah kentang dikupas dan diparut. Lalu dioleskan pada wajah hingga rata, biarkan selama 1/2 jam. Bersihkan dengan air dingin bersih. Sementara untuk jerawat, sebuah kentang diiris tipis-tipis, tempelkan ke seluruh wajah. Biarkan sampai kentang menjadi kering dan berwarna keabuan. Bersihkan dengan air bersih dingin.
5.      Kentang telah menjadi sahabat semua orang, yang sedang mengatur pola makan. Sehingga kentang bisa menjadi menu alternative untuk diet, sebab kentang dipercaya kaya karbohidrat pangganti nasi bagi Anda yang kini sedang menjalankan diet.
6.      Vitamin C-nya, juga terkenal sebagai pereda gangguan penyakit yang sudah dilakukan sejak zaman nenek moyang. Anda yang menderita kutil, segera oleskan potongan segar kentang mentah pada kutil.
7.      Kentang sangat cocok bagi Anda yang memiliki penyakit maag atau sering mangalami sakit karena kelebihan asam lambung. Sebab dalam kentang terkandung atropine yang dapat membantu mengurangi asam lambung dan mengurangi sakit pada lambung. 
8.      Biasanya zat lysine tidak terdapat pada nabati, tetapi di dalam kentang terdapat lysine yang sangat penting dalam pertumbuhan
badan dan otak. Dengan kentang kita dapat mengkonsumsi Vitamin C secara mudah. Karena vitamin C di dalam kentang tidak hilang setelah masak karena dikelilingi oleh sari pati. Walaupun kalorinya cukup rendah, kentang dapat menyebabkan kegemukan karena adanya Glycemic Index.
9.       Kentang mempunyai khasiat membuat mata yang lelah kembali bersinar serta dapat menghilangkan bengkak pada mata. Parutlah kentang lalu masukkan ke dalam kain tipis yang bersih (kain kasa atau kain mori) dan kompreskan ke kelopak mata.





BAB III
PEMBAHASAN DAN HASIL

3.1         Gambaran Umum Obyek Penelitian
Pada penelitian kali ini, penulis akan menggunakan alat dan bahan berupa: kentang 1 buah, pisau, baterai kosong dengan isi batang karbon 1 buah, multimeter, mortar, dan cawan porselin.
3.1.1         Sejarah Singkat Penelitian
Untuk membuktikan kentang mengandung kandungan elektrolit yang dapat menghantarkan arus listrik, maka penulis melakukan penelitian dengan menguji daya hantar listrik baterai yang berisi kentang dengan menggunakan multimeter.
3.1.2         Lokasi Penelitian
Penulis menggunakan observasi pengujian daya hantar listrik baterai kentang di Laboratorium MIPA Daarul Rahman
3.2.    Deskripsi Hasil Analisis Data
Demi mendukung keabsahan hipotesa penulis, maka dilakukan percobaan. Dalam penelitian untuk menguji kandungan elektrolit baterai kentang kali ini, penulis menguji tanpa menggunakan rangkaian listrik seri atau pararel.
Penulis akan menguji kandungan elektrolit yang dapat menghantarkan arus listrik pada baterai kentang menggunakan multimeter.


Adapun langkah kerja yang dilakukan sebagai berikut:
1.      Kentang yang akan dihaluskan dikupas terlebih dahulu sampai bersih
2.      Potong kentang kecil-kecil agar mudah untuk dihaluskan
3.      Letakkan dalam cawan porselin dan tumbuk menggunakan mortar
4.      Masukkan kentang yang sudah halus kedalam batre yang hanya berisi batang karbon. Dan jangan sampai merusak batang karbon ketika memasukkannya.
5.      Hubungkan kedua ujung rangkaian batre kentang dengan multimeter yang disesuaikan dengan kutub positif dan negatif




6.      Perhatikan arah pergerakan jarum pada multimeter. Jika jarum bergerak, maka kentang terbukti mengandung kandungan elektrolit yang dapat menghantarkan listrik.





3.3.Pengujian Hipotesis
Hasil penelitian yang dilakukan penulis menunjukkan bahwa dengan bergeraknya jarum multimeter maka kentang terbukti mengandung larutan elektrolit. Berikut hasil perhitungan besarnya kandungan elektrolit dalam kentang dalam  satuan ampere:
I:  × 2,5 = 1,18 A
Maka dapat dismpulkan bahwa kentang merupakan elektrolit kuat karna daya hantar listriknya mendekati 1,5
3.4. Pembahasan
Adanya listrik pada kentang karena kentang tersebut mengandung zat-zat yang merupakan komponen penghasil listrik, di antaranya adalah: Karbohidrat, kalium, Protein, lemak, garam dapur (NaCl), air (H2O), pati (amilum dan amilopektin), vitamin B dan C, zat besi, riboflavin.

Dari uraian tersebut telah dijelaskan bahwa kentang mengandung garam dan air. Garam merupakan suatu senyawa kimia sederhana yang terdiri dari dua atau lebih atom yang membawa ion positif (kation) dan ion negatif (anion). Misalnya garam meja (NaCl) terdiri dari kation (Na+) dan Anion (Cl-). Garam yang terlarut dalam air akan mengalami hidrolisis. Garam yang terhidrolisis dan membentuk ion hidroksida ketika dilarutkan dalam air maka dinamakan garam basa. Garam yang terhidrolisa dan membentukan ion hidronium ketika dilarutkan ke dalam air disebut sebagai garam asam. Adapun garam netral adalah garam yang tidak terjadi hidrolisis. Yang mana garam tersebut tersusun atas basa kuat dan asam kuat.

Suatu garam dapat tersusun dari basa kuat dan asam kuat, asam kuat dan basa lemah, basa kuat dan asam lemah, dan asam lemah dan basa lemah.

Pada kentang, terdapat suatu garam yang merupakan garam dapur (NaCl).  NaCl merupakan suatu senyawa yang terdiri atas HCl (asam kuat) dan NaOH (basa kuat). Reaksi itu diperoleh dari hasil reaksi antara garam dan air. Adapun reaksinya adalah:
NaCl + H2O → NaOH+ + HCl-

Adanya listrik dalam kentang karena adanya reaksi garam dengan air yang menjadi sebuah larutan garam. Garam merupakan zat terlarut dan air merupakan zat pelarut. Larutan garam (NaCl) merupakan larutan garam yang bersifat netral karena tersusun atas asam kuat dan basa kuat. Larutan garam (NaCl) merupakan  suatu larutan elektrolit yaitu larutan yang dapat menghantarkan arus listrik. oleh sebab itu, kentang dapat menghasilkan listrik.

Selain adanya garam dan air, faktor lain yang menyebabkan kentang menghasilkan listrik ialah karena adanya reaksi ionisasi pada senyawa ion atau yang disebut dengan disosiasi. Senyawa ion tersusun atas ion positif (kation) dan ion negatif (anion). Senyawa ion akan terurai menjadi ion-ion (kation dan anion) ketika dilarutkan ke dalam air, sebab ion-ion di dalam air akan bergerak bebas. Ion-ion yang bergerak bebas ialah ion yang hanya terdapat dalam larutan dan lelehan.

Kandungan garam pada kentang merupakan suatu larutan, dimana garam merupakan zat terlarut dan air merupakan zat pelarut, sehingga ion-ionnya dapat  bergerak dengan bebas. Gerakan ion-ion dalam kentang tersebut yang dapat menghasilkan listrik.

Untuk mengetahui cara kentang agar dapat menghasilkan listrik, penulis menggunakan teori sel Volta yang ditemukan oleh seorang ilmuwan bernama Alexander Volta dan Luigi Galfani, dimana kentang merupakan elektrolit sedangkan tembaga (Cu) dan seng (Zn)  merupakan sel elektrode. Tembaga dan seng merupakan Suatu elektrolit tidak dapat menghasilkan listrik jika tidak dihubungkan dengan suatu elektrode. Tembaga merupakan katode (kutub positif) sedangkan seng merupakan anode (kutub negatif). Reaksi antara elektrolit dan elektrode tersebut yang dapat mengahsilkan listrik.
















BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
4.1. Kesimpulan
Dari hasil penelitian mengenai kandungan elektrolit yang dapat menghasilkan listrik pada kentang, maka penulis menyimpulkan 4  kesimpulan, diantaranya adalah:

1.      Kentang dapat menghasilkan listrik. Hal ini teramati dari bergeraknya jarum multimeter.

2.      Adanya listrik pada kentang dikarenakan kentang tersebut mengandung garam dan air, dimana suatu garam apabila bereaksi dengan air akan menjadi larutan garam yang dapat menghasilkan listrik atau disebut dengan larutan elektrolit.

3.      Kandungan listrik pada kentang dikarenakan adanya reaksi ionisasi pada senyawa ion yang disebut dengan disosiasi. Senyawa ion tersebut tersusun atas ion positif (kation) dan ion negatif (anion). Reaksi ionisasi menyebabkan ion tersebut bergerak bebas. Gerakan ion bebas pada kentang tersebut yang menyebabkan kentang dapat menghasilkan listrik.

4.      Kentang merupakan elektrolit kuat karena berdasarkan hasil penelitian penulis yang menggunakan 1 baterai, daya hantar lisrik yang dihasilkan adalah 1,18 yang berarti mendekati 1,5





4.2. Saran

Setelah dilakukan penelitian ini, disarankan khususnya bagi pembaca dan umumnya bagi masyarakat seluruhnya agar dapat memanfaatkan kentang seefisien mungkin. Dan disarankan juga agar dilakukan penelitian untuk mencari manfaat lain dari kentang. Sebab masih banyak manfaat dari kentang selain untuk bahan pangan dan penghasil listrik. 



[1] Elektrolisis merupakan elektrokimia yang menggunakan energy listrik agar reaksi kimia dapat terjadi (http://ahyanti-s.blogspot.com/2012_04_01_archive.html)
[2] Reaksi Hidrolisis adalah reaksi kimia yang memecah molekul air (H2O) menjadi kationhidrogen (H+) dan anion hidroksida (OH) melalui suatu proses kimia.
[3] Humectan adalah bahan yang mengontrol perubahan kelembaban antara produk dengan udara, baik dalam wadah ataupun pada kulit.
[4] Reaksi redoks adalah gabungan dari 2 reaksi, yaitu reaksi oksidasi dan reaksi reduksi.
 (Sandri Justiana, 2010. Kimia 1. Jakarta: Yudhistira)
[5] Kata taksonomi diambil dari bahasa Yunani tassein yang berarti untuk mengelompokkan dan nomos yang berarti aturan. Taksonomi dapat diartikan sebagai pengelompokan suatu hal berdasarkan hierarki (tingkatan) tertentu. Di mana taksonomi yang lebih tinggi bersifat lebih umum dan taksonomi yang lebih rendah bersifat lebih spesifik. (http://id.wikipedia.org/wiki/Taksonomi)
[6] Amilum adalah karbohidrat kompleks yang tidak larut dalam air, berwujud bubuk putih, tawar dan tidak berbau (http://id.wikipedia.org/wiki/Amilum)
[7] Amilopektin merupakan polisakarida yang tersusun dari monomer α-glukosa (baca: alfa glukosa).( http://id.wikipedia.org/wiki/Amilopektin)
[8] Polisakarida adalah karbohidrat, sehingga tersusun hanya dari atom karbon (C), hidrogen (H), dan oksigen (O) (http://id.wikipedia.org/wiki/Polisakarida)
[9] Riboflavin adalah nama lain dari vitamin B2 (http://www.kamusq.com/2012/09/riboflavin-adalah-pengertian-dan.html)

0 comments: