{TugasArtikel}Pemanfaatan Radioisotof Dalam Bidang Industri , Kesehatan/Kedokteran , dab Rumah Tangga
22:52 Posted In Tugas Edit This 0 Comments »
RADIOISOTOP
1. PENGERTIAN
Radionuklida atau radioisotop adalah
isotop dari zat radioaktif. radionuklida mampu memancarkan radiasi.
Radionuklida dapat terjadi secara alamiah atau sengaja dibuat oleh manusia
dalam reaktor penelitian. Produksi radionuklida dengan proses aktivasi
dilakukan dengan cara menembaki isotop stabil dengan neutron di dalam teras
reaktor. Proses ini lazim disebut irradiasi neutron, sedangkan bahan yang
disinari disebut target atau sasaran. Neutron yang ditembakkan akan masuk ke
dalam inti atom target sehingga jumlah neutron dalam inti target tersebut
bertambah. Peristiwa ini dapat mengakibatkan ketidakstabilan inti atom sehingga
berubah sifat menjadi radioaktif.
Banyak isotop buatan yang dapat
dimanfaatkan antara lain Na-24, P 32, Cr-51, Tc-99, dan I-131.
2. SIFATNYA
Peran radioisotop sebagai pencari
jejak tidak terlepas dari sifat-sifat khas yang dimilikinya.
Pertama, radioisotop memancarkan
radiasi manapun dia berada dan mudah dideteksi. Radioisotop ibarat lampu yang
tidak pernah padam senantiasa memancarkan cahayanya.Radioisotopdalam jumlah
sedikit sekali pun dapatdengan mudah diketahui keberadaannya. Dengan teknologi
pendeteksian radiasi saat ini, radioisotop dalam kisaran pikogram (satu per
satu trilyun gram) pun dapat dikenali dengan mudah. Sebagai ilustrasi, jika
radioisotop dalam bentuk carrier free (murni tidak mengandung isotop lain)
sebanyak 0,1 gram saja dibagi rata ke seluruh penduduk bumi yang jumlahnya
lebih dari 5 milyar, jumlah yang diterima oleh masing-masing orang dapat diukur
secara tepat
Kedua, laju peluruhan tiap satuan
waktu (radioaktivitas) hanya merupakan fungsi jumlah atom radioisotop yang ada,
tidak dipengaruhi oleh kondisi lingkungan baik temperatur, tekanan, pH dan
sebagainya. Penurunan radioaktivitas ditentukan oleh waktu paro, waktu yang
diperlukan agar intensitas radiasi menjadi setengahnya. Waktu paro ini
merupakan bilangan khas untuk tiap-tiap radioisotop. Misalnya karbon-14
memiliki waktu paro 5.730 tahun, sehingga radioaktivitasnya berkurang menjadi
separonya setelah 5.730 tahun berlalu. Seluruh radioisotop yang telah berhasil
ditemukan telah diketahui pula waktu paronya. Waktu paro radioisotop bervariasi
dari kisaran milidetik sampai ribuan tahun. Waktu paro ini merupakan faktor penting
dalam pemilihan jenis radioisotop yang tepat untuk keperluan tertentu.
Ketiga, intensitas radiasi ini tidak
bergantung pada bentuk kimia atau senyawa yang disusunnya. Hal ini dikarenakan
pada reaksi kimia atau ikatan kimia yang berperan adalah elektron, utamanya
elektron pada kulit atom terluar, sedangkan peluruhan radioisotop merupakan
hasil dari perubahan pada inti atom.
Keempat, radioisotop memiliki
konfigurasi elektron yang sama dengan isotop lain sehingga sifat kimia yang
dimiliki radioisotop sama dengan isotop-isotop lain dari unsur yang sama.
Radioisotop karbon-14, misalnya, memiliki karakteristik kimia yang sama dengan
karbon-12.
Kelima, radiasi yang dipancarkan,
utamanya radiasi gamma, memiliki daya tembus yang besar. Lempengan logam
setebal beberapa sentimeter pun dapat ditembus oleh radiasi gamma, utamanya
gamma dengan energi tinggi. Sifat ini mempermudah dalam pendeteksian.
3. PENERAPAN DALAM KEHIDUPAN MANUSIA
A. Di bidang
Kedokteran
Di bidang kedokteran teknologi ini
telah lama dimanfaatkan. Radioisotop Teknesium-99m (Tc-99m) merupakan
radioisotop primadona yang mendekati ideal untuk mencari jejak di dalam tubuh.
Hal ini dikarenakan radioisotop ini memiliki waktu paro yang pendek sekitar 6
jam sehingga intensitas radiasi yang dipancarkannya berkurang secara cepat
setelah selesai digunakan. Radioisotop ini merupakan pemancar gamma murni dari
jenis peluruhan electron capture dan tidak memancarkan radiasi partikel
bermuatan sehingga dampak terhadap tubuh sangat kecil. Selain itu, radioisotop
ini mudah diperoleh dalam bentuk carrier free (bebas pengemban) dari
radioisotop molibdenum-99 (Mo-99) dan dapat membentuk ikatan dengan
senyawa-senyawa organik. Radioisotop ini dimasukkan ke dalam tubuh setelah
diikatkan dengan senyawa tertentu melalui reaksi penandaan (labelling). Di
dalam tubuh, radioisotop ini akan bergerak bersama-sama dengan senyawa yang
ditumpanginya sesuai dengan dinamika senyawa tersebut di dalam tubuh. Dengan
demikian, keberadaan dan distribusi senyawa tersebut di dalam tubuh yang
mencerminkan beberapa fungsi organ dan metabolisme tubuh dapat dengan mudah
diketahui dari hasil pencitraan. Pencitraan dapat dilakukan menggunakan kamera
gamma. Radioisotop ini dapat pula digunakan untuk mencari jejak terjadinya
infeksi bakteri, misalnya bakteri tuberkolose, di dalam tubuh dengan
memanfaatkan terjadinya reaksi spesifik yang disebabkan oleh infeksi bakteri.
Terjadinya reaksi spesifik tersebut dapat diketahui menggunakan senyawa
tertentu, misalnya antibodi, yang bereaksi secara spesifik di tempat terjadinya
infeksi. Beberapa saat yang lalu di Pusat Radioisotop dan Radiofarmaka (PRR)
BATAN telah berhasil disintesa radiofarmaka bertanda teknesium-99m untuk
mendeteksi infeksi di dalam tubuh. Produk hasil litbang ini saat ini sedang direncanakan
memasuki tahap uji klinis.
Dengan menyuntikkan oksida Tc-99,
unsur radioaktif ini akan mengalir mengikuti darah. Bagian tubuh yang tidak
terdapat tumor tidak akan menyerap unsur itu, sedangkan bagian tubuh yang
terkena tumor akan menyerap unsur itu. Dengan begitu di daerah yang terdapat
tumor, keaktifan radioisotop lebih besar dibandingkan dengan daerah lain yang
sehat. Hal ini menyebabkan daerah yang terdapa tumor mudah dilacak atau
dirunut.
Radioisotop sebagai perunut juga
digunakan untuk mencari bagian yang mengalami penyempitan pada pembuluh darah
yang disebut trombosit. Pasien yang akan diperiksa disuntik dengan radioisotop
natrium. Darah akan mengalirkan isolop ini ke selurun bagian tubuh. Bagian yang
mengalami penyempitan darah akan mempunyai jumlah natrium yang berbeda dengan
bagian lain yang sehat. Dengan menggunakan detektor radioaktif dapat diketahui
bagian yang terkena penyempitan.
Radioisotop juga dapat digunakan
untuk mempelajari kecepatan penyerapan suatu unsur oleh kelenjar misalnya
kelenjar gondok yang ada dalam tubuh. Unsur yang digunakan adalah iodium yang
bersifat radioaktif sebagai radioisotop.
B. Di bidang
Industri
1.Pemeriksaan
tanpa merusak, contoh : Memeriksa cacat pada logam
2.Mengontrol ketebalan bahan, contoh : Kertas film, lempeng logam
3.Pengawetan bahan, contoh : kayu, barang-barang seni
4.Meningkatkan mutu tekstil, contoh : mengubah struktur serat tekstil
5.Untuk mempelajari pengaruh oli dan aditif pada mesin selama mesin bekerja.
2.Mengontrol ketebalan bahan, contoh : Kertas film, lempeng logam
3.Pengawetan bahan, contoh : kayu, barang-barang seni
4.Meningkatkan mutu tekstil, contoh : mengubah struktur serat tekstil
5.Untuk mempelajari pengaruh oli dan aditif pada mesin selama mesin bekerja.
C. Di bidang Militer
Pada
era perang dunia kedua, penguasaan teknologi nuklir memungkinkan negara-negara
tersebut membuat kapal-kapal perang dengan berpendorong nuklir dan memasukan
bahan-bakar nuklir ke dalam hulu ledak misilnya. Generasi pertama penggunaan
energi nuklir adalah untuk tujuan militer seperti halnya sebuah reaktor
pendorong kapal selam (submarine) (West, J.M. and W.K. Davis, 2001) milik US
“Nautilus”, diikuti juga oleh uni soviet atau rusia saat ini dan senjata
mematikan seperti bom atom yang pernah di jatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki
pada akhir perang dunia II.
Pada bidang militer,dibuat teleskop
inframerah yang digunakan melihat di tempat yang gelap atau berkabut.Sinar
infra merah dibidang militer dimanfaatkan satelit untuk memotret permukaan bumi
meskipun terhalang oleh kabut atau awan.
D. Di bidang Rumah Tangga
1) Penyimpanan makanan
Kita mengetahui bahwa bahan makanan seperti kentang dan bawang jika disimpan lama akan bertunas. Radiasi dapat menghambat pertumbuhan bahan-bahan seperti itu. Jadi sebelum bahan tersebut di simpan diberi radiasi dengan dosis tertentu sehingga tidak akan bertunas, dengan dernikian dapat disimpan lebih lama.
2) Membasmi
mikroorganisme
Misalnya pada pengawetan rempah-rempah,
seperti merica, ketumbar, dan kemimiri.
4. KESIMPULAN
Sebenarnya Radioisotop bukanlah
ssesuatu yang menyeramkan bagi kehidupan manusia melainkan sesuatu yang dapat
dimanfaatkan dan berguna bagi kehidupan manusia. Selain di bidang kesehatan,
Radioisotop juga dapat dimanfaatkan dalam bidang industri, pertanian,
arkeologi, pertambangan, kimia dan kesenian.
Saran
Sebaiknya Radioisotop digunakan
dalam hal positif yang dapat di manfaatkan oleh manusia bukan hal yang negative
yang mungkin bisa menimbulkan masalah bahkan bencana bagi kehidupan manusia.
0 comments:
Post a Comment