Penyebab Orang Korsel Oplas

20:59 Posted In Edit This 0 Comments »


1.       Sudah merupakan adat kebiasaan  , bukan hal yang tabu bagi masyarakat korea untuk melakukan operasi plastic. Bahkan di korea hadiah yang diberikan orangtua sebagai hadiah kelulusan anaknya adalah operasi plastic.
2.       Ingin  cantik / tampan  sesuai dengan standar kecantikan  di korea, standar kecantikan tiap negara memang berbeda–beda.Jika di Indonesia kulit putih itu dikatakan cantik,maka ada pula negara yang beranggapan bahwa semakin hitam kulit wanita maka semakin sexy wanita itu.Nah , di korea pun memiliki standar kecantikan , diantaranya :1).bentuk dagu v, 2).double eyelid. 3).dahi yang penuh 3).hidung mancung dengan nostril mungil
3.       Kurangnya rasa percaya diri , buktinya mata sipit dioplas jadi double eyelid biar belo , hidung pesek dikasih implant biar mancung , pangkas rahang supaya bentuknya v . Padahal jika seandainya mereka percaya diri , aura kecantikan  mereka akan keluar dengannya sendirinya.
4.       Kurang bersyukur , tidak puasnya dengan rupa yang telah diberikan tuhan
5.       Tidak adanya larangan yang kuat untuk mengubah bentuk tubuh , jika agama islam melarang umatnya untuk mengubah bentuk tubuh , maka dengan mayoritas masyarakat korea yang kristiani bahkan atheis , maka tidak ada yang melarang mereka untuk melakukan operasi plastic karna masing-masing orang mengatasnamakan Hak Asasi Manusia yang berarti mereka bebas untuk melakukan apapun yang mereka suka selama tidak mengganggu kenyaman orang lain.  
6.   Wanita jelek susah hidup di korea , seperti kejadian yang dialami oleh Ashley Perez (20) yang keturunan Kuba-Filiphina-Korea-Amerika yang berprofesi sebagai guru mengungkapkan sulitnya berada di Korea. Ia selama satu tahun mengajar bahasa Ingris dan terus diejek karena menurut wanita Korea, dirinya terlalu tinggi, berkulit gelap dan memiliki wajah polos.

"Dalam kasus saya, saya terlalu tinggi, terlalu gemuk, dan terlalu gelap. Dan menurut wanita Korea, kondisi fisik saya merupakan ciri wanita yang tidak indah menurut standar Korea," ujarnya.
Menjamurnya perawatan kecantikan di Korea Selatan, menurut Perez membuat wanita Asia tidak memiliki wajah alami. Tapi hal seperti ini sudah biasa di Korea.
"Banyak iklan kecantikan di peron kereta api dan sepanjang jalan yang mendorong wanita untuk operasi rahang, hidung dan sebagainya," katanya.
Perez ingat ketika ada rekan sesama guru yang kelaparan demi tidak di-bully, ia hanya makan kacang hitam dan minum anggur. Dan suatu ketika tubuhnya bergetar, saat itu muridnya malah menyodori selebaran iklan operasi plastik di luar gerbang sekolah.
"Hal seperti ini tidak pantas. Bahkan suatu hari saya pernah dibilang walikota Afrika. Padahal di Amerika Serikat saya memiliki tubuh lebih kecil dari rata-rata wanita sebaya. Tapi di Korea, saya benar-benar merasa seperti ikan paus," katanya.
Menurut International Society of Aesthetic Plastic Surgeons, dalam upaya mempercantik diri 20 persen wanita Korea berusia 19 hingga 49 tahun mengaku pernah melakukan bedah plastik. Prosedur paling populer adalah operasi kelopak mata ganda, sedot lemak (lipoplasty) dan perbaikan hidung.
Lelah hidup dalam budaya Korea, Perez akhirnya memutuskan untuk berhenti mengajar dan kembali ke Amerika. Dia mengaku sedih dan sakit hati karena merasa jelek di negara yang pernah menjadi rumah neneknya.
  7.orang cakep, dianggap lebih banyak dapet kesempatan kerja dibanding orang jelek/biasa      aja.Dalam survey oleh JobKorea, kekuatiran terbesar para pelamar bukanlah pada kualifikasi formal,    tetapi pada penampilan mereka.

source: http://health.liputan6.com/read/604384/wanita-jelek-susah-hidup-di-korea-selatan





0 comments: